LOGINSummer datang ke Royal Crest Academy dengan harapan dapat memulai hidup baru. Namun, kecantikannya dan statusnya yang dianggap bukan bagian dari kalangan elite London justru membuatnya menjadi sasaran perundungan di sekolah. Tak seorang pun tahu bahwa di balik sikap lembut dan senyumnya, Summer adalah seorang gadis yang sedang melarikan diri. Ia menyimpan trauma dan rahasia dari kehidupan yang ingin dikuburnya selamanya. Di tengah kehidupannya yang semakin sulit, Summer bertemu Dylan Seo, pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarga Seo. Tampan, dingin, dan terkenal kejam. Dylan tidak pernah tertarik kepada siapa pun. Namun, sejak Summer datang, gadis itu mulai mengganggu ketenangannya. Ada sesuatu tentang Summer yang terasa tidak asing, tetapi Dylan tidak mampu memahami alasannya. Semakin Dylan mendekat, semakin sulit bagi Summer menjaga rahasianya. Akankah Summer berani membuka hati dan mempercayai Dylan? Atau justru rahasia yang selama ini disembunyikannya akan menghancurkan mereka sebelum Dylan sempat mengakui perasaannya?
View MoreAUTHOR’S NOTE & DISCLAIMER 𓂃✍︎
Selamat datang, dan terima kasih karena sudah membuka halaman pertama dari cerita ini. Sebelum kalian memulai perjalanan bersama Summer, izinkan penulis menyampaikan beberapa hal terlebih dahulu. Cerita ini adalah karya fiksi yang lahir dari imajinasi, emosi, dan banyak potongan ide yang tumbuh perlahan di kepala penulis. Setiap karakter, nama, tempat, organisasi, latar, budaya, dialog, serta seluruh peristiwa yang muncul di dalam cerita ini sepenuhnya merupakan hasil kreativitas penulis. Segala kemiripan dengan nama, orang, tempat, organisasi, maupun kejadian di dunia nyata—baik yang disengaja maupun tidak—hanyalah sebuah kebetulan semata dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung, menyudutkan, atau merepresentasikan pihak mana pun. Cerita ini dibuat murni untuk tujuan hiburan, eksplorasi emosi, dan penyampaian kisah. Tidak ada bagian dari cerita ini yang dimaksudkan untuk membenarkan tindakan berbahaya, kekerasan, atau hal-hal negatif lainnya di dunia nyata. Mohon untuk membaca cerita ini dengan pikiran terbuka, hati yang hangat, dan tetap mampu membedakan antara dunia fiksi dan dunia nyata. Dan jika suatu bagian terasa terlalu dekat, terlalu nyata, atau terlalu menyakitkan—tidak apa untuk berhenti sejenak. Cerita ini tidak akan ke mana-mana. Kamu boleh kembali kapan pun kamu siap. ──୨ৎ── CONTENT WARNING ⚠️ Cerita ini mengandung elemen dark romance, psychological themes, serta beberapa materi sensitif yang mungkin terasa berat atau tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Di dalam cerita ini terdapat unsur seperti: • kekerasan fisik • pembunuhan • penculikan • luka dan darah • trauma masa kecil • PTSD dan tekanan psikologis • bullying • manipulasi emosional • konflik kriminal / organisasi gelap • ancaman • penggunaan senjata • bahasa yang keras • serta hubungan emosional yang intens Beberapa adegan mungkin menggambarkan darah, luka, ancaman, atau situasi berbahaya secara cukup eksplisit sebagai bagian dari perkembangan karakter, latar belakang trauma, dan perjalanan cerita. Walaupun begitu, inti dari cerita ini bukanlah tentang kegelapan itu sendiri… Melainkan tentang bagaimana seseorang tetap bertahan meski hidup berkali-kali mencoba menghancurkannya, dan bagaimana mereka perlahan belajar untuk berdiri kembali. Jika kalian merasa sensitif terhadap tema-tema di atas, tidak apa jika memilih untuk berhenti membaca kapan pun. Kesehatan mental, kenyamanan, dan ketenangan kalian akan selalu jauh lebih penting daripada menyelesaikan sebuah cerita. Tolong selalu jaga diri kalian baik-baik. 𓇼 Dan ingat, kamu tidak harus kuat setiap saat. Bahkan berhenti sejenak pun adalah bentuk keberanian. ──୨ৎ── A LITTLE MESSAGE FROM THE AUTHOR ᯓ 💌 Buku ini didedikasikan… Untuk siapapun yang pernah merasa tidak cukup baik. Untuk siapapun yang pernah merasa terlalu rusak untuk dicintai. Untuk siapapun yang pernah bertanya dalam diam… “Apakah aku pantas dicintai?” Jika kamu pernah merasakan itu… Maka penulis ingin mengatakan sesuatu padamu. Ya. Kamu pantas. Siapapun kamu. Dari mana pun kamu berasal. Seberapa besar luka yang kamu simpan. Seberapa kacau masa lalumu. Seberapa sering dunia membuatmu merasa kecil. Kamu tetap pantas untuk dicintai. Bahkan ketika kamu sendiri kesulitan mempercayainya. Bahkan ketika semua orang di sekitarmu gagal melihat nilaimu. Bahkan ketika kamu merasa sendirian, dan dunia terasa terlalu sunyi untuk ditahan sendiri. Karena di dunia ini, tidak ada hati yang terlalu hancur untuk menemukan rumahnya. Cerita ini adalah perjalanan tentang luka, trauma, ketakutan, kehilangan, keberanian untuk bertahan… dan tentang cinta yang lahir bahkan dari tempat paling gelap sekalipun. Tentang bagaimana seseorang yang merasa tidak layak dicintai, perlahan belajar bahwa dirinya berharga. Tentang bagaimana kehadiran seseorang bisa menjadi alasan untuk tetap bertahan, bahkan di saat semuanya terasa runtuh. Karena terkadang, justru orang yang paling terluka adalah orang yang paling pantas menemukan cahaya. Dan mungkin… tanpa kamu sadari, kamu juga sedang berjalan menuju cahaya itu, sedikit demi sedikit, hari demi hari. Semoga melalui Summer, kalian bisa menangis, tersenyum, marah, jatuh cinta, dan mungkin… menemukan sedikit bagian dari diri kalian sendiri di antara setiap kata. Terima kasih karena sudah memberi cerita ini sebuah kesempatan. Setiap vote, komentar, dukungan, dan bahkan setiap halaman yang kalian baca… berarti jauh lebih besar dari yang mungkin kalian sadari. Selamat datang di dunia Summer. Semoga kalian betah di sini, dan menemukan sesuatu yang tinggal lebih lama dari sekadar cerita. ──୨ৎ── With all my love, メ૦メ૦💋, 𝑔𝑜𝓈𝒽𝓍𝓍𓂃 ࣪˖ ִֶָ 𐚁CHAPTER 136Summer dan Jess menemukan Emma di ruang tengah suite dengan laptop terbuka di hadapannya. Beberapa lowongan pekerjaan memenuhi layar, sementara percakapan dengan ibunya masih terbuka di ponsel yang tergeletak di atas meja.“Kamu mencari pekerjaan?” tanya Summer.Emma mengangkat wajah. Matanya sudah memerah meskipun ia berusaha tersenyum seperti biasa. “Usaha katering orang tuaku mengalami kerugian. Mesin pendingin mereka rusak dan sebagian besar bahan untuk pesanan besar tidak dapat digunakan. Mereka harus mengembalikan uang muka, membayar pemasok, dan memberikan ganti rugi kepada pelanggan.”Jess langsung duduk di sebelahnya. “Lalu pesan ibumu tadi?”“Untuk sementara mereka tidak bisa mengirim biaya hidup.” Emma menutup laptopnya sebelum Summer sempat membaca lowongan yang dipilihnya. “Beasiswaku memang menanggung biaya kuliah, tetapi tidak termasuk makan dan kebutuhan sehari-hari.”“Kamu tidak boleh bekerja di luar kampus tanpa izin RCA,” u
CHAPTER 135Di pusat latihan negaranya, Logan Miller baru menyelesaikan putaran terakhir ketika pelatih meniup peluit dan memintanya keluar dari kolam. Ia melepas kacamata renang, lalu melihat catatan waktu yang ditunjukkan dari tepi.“Masih lebih lambat daripada kemarin,” ujar pelatihnya.“Hanya sepersekian detik.”“Sepersekian detik cukup untuk membuatmu kehilangan rekor.”Logan tertawa dan mengangkat tubuhnya dari kolam. Sikap santainya sering membuat orang lupa bahwa dirinya belum pernah kalah selama empat tahun. Namun begitu pertandingan dimulai, Logan tidak pernah memberikan kesempatan kepada lawannya untuk mendekat.Seorang anggota tim menyerahkan handuk dan tablet kepadanya. “Kamu harus melihat wawancara Dylan Seo.”Nama tersebut langsung menarik perhatian Logan. Dua minggu sebelumnya, ia hanya terdaftar pada nomor 100 meter gaya bebas. Namun catatan waktu Dylan pada kejuaraan nasional membuatnya meminta federasi menambahkan namanya ke nomor
CHAPTER 134Dua minggu kemudian, latihan Dylan mulai mendapat perhatian lebih besar sejak pemegang rekor dunia memutuskan mengikuti nomor 200 meter gaya bebas. Beberapa stasiun televisi bahkan menunggu di luar pusat olahraga RCA sejak pagi untuk meliput persiapannya.Dylan tidak membiarkan keberadaan mereka mengubah jadwal latihan. Ia sudah berada di dalam kolam selama hampir dua jam, mengulang jarak yang sama hingga tubuhnya mulai terasa berat. Pelatih berdiri di tepi kolam dengan stopwatch di tangan, sementara beberapa anggota tim mencatat setiap perubahan waktu.“Sekali lagi,” ujar Dylan setelah melihat hasil terakhir.Pelatihnya menggeleng. “Kecepatanmu menurun pada lima puluh meter terakhir. Kalau dipaksakan sekarang, hasilnya tidak akan berubah.”“Selisihnya masih terlalu jauh.”“Kurang dari satu detik bukan selisih yang jauh.”“Cukup jauh untuk membuatku kalah.”Dylan kembali memasang kacamata renangnya, tetapi sang pelatih menahan bahunya
CHAPTER 133Minggu pagi biasanya menjadi waktu bagi Summer untuk membantu para pekerja di sekitar kampus, lalu beristirahat di bangku dekat danau. Kebiasaan itu sudah dimilikinya sejak masa SMA dan tidak pernah benar-benar berubah, bahkan setelah ia mulai tinggal bersama Emma dan Jess.Dylan mengetahui hal tersebut. Karena itu, ketika dua panggilannya tidak dijawab dan pesannya hanya bertanda terkirim, ia memutuskan mencari Summer ke arah danau.Dari balik deretan pohon, ia melihat Summer berjongkok tidak jauh dari jalur batu. Sebuah pouch kecil terbuka di sampingnya, sedangkan Naoki berada di dekat gadis itu.Dylan tidak dapat melihat apa yang sedang dipegang Summer, tetapi cara Naoki membantu merapikan barang-barangnya membuatnya tahu mereka hendak pergi.Saat Summer berdiri dan berjalan bersama Naoki menuju arah klinik, laki-laki itu akhirnya mengangkat wajah.Tatapan Naoki bertemu dengan Dylan.Tidak ada perubahan berarti pada wajahnya. Naoki han
AUTHOR’S NOTE & DISCLAIMER 𓂃✍︎Selamat datang, dan terima kasih karena sudah membuka halaman pertama dari cerita ini.Sebelum kalian memulai perjalanan bersama Summer, izinkan penulis menyampaikan beberapa hal terlebih dahulu.Cerita ini adalah karya fiksi yang lahir dari imajinasi, emosi, dan ban
CHAPTER 4 Keesokan paginya, Summer berdiri beberapa detik di depan pintu kelas A-1 sambil memeluk tablet di dadanya. Begitu pintu terbuka, suara obrolan di dalam langsung mengecil dan beberapa kepala serempak menoleh ke arahnya. “Oh, ranking satu datang.” “Yang kemarin ngomong ke senior Dylan it
CHAPTER 3 “Oh no...” Jess buru-buru menarik pelan lengan Summer. “Summer...” bisiknya cepat. “Kamu nggak dengar aku tadi?!” Namun Summer tidak mengalihkan pandangannya dari charm kecil di dekat sepatu pria itu. Ia melangkah sedikit mendekat sambil berkata pelan, “Itu gelangku.” Pria itu tetap dia
CHAPTER 1 PROLOG 👧 Saat itu Summer baru berusia lima tahun. Dorr!! Suara tembakan tiba-tiba mengguncang ruangan hingga telinganya langsung berdenging dan kaca-kaca jendela bergetar keras. Summer refleks menoleh, lalu membeku saat melihat pria yang sedetik lalu masih berdiri di dekatnya kini r
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews