CHAPTER 8Malam itu, asrama Royal Crest Academy tenggelam dalam kemewahan yang sunyi. Cahaya bulan menyelinap melalui celah gorden beludru, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di atas lantai kayu ek.Ketika Summer akhirnya merebahkan diri di atas ranjang asramanya yang empuk, keheningan ruangan itu justru terasa menindih dadanya. Matanya terbuka lebar, menatap langit-langit kamar yang tinggi dan berukir, namun pikirannya tertinggal jauh di lorong loker tadi pagi.Satu pertanyaan menghujam benaknya, tajam dan tak mau pergi.Sudah berapa lama aku menahan napas seperti ini?Ia meraba dadanya, merasakan detak jantungnya yang masih belum sepenuhnya stabil. Selama sepuluh tahun, ia telah belajar untuk tidak berharap, tidak meminta, dan tidak bergantung pada siapa pun. Ia adalah penyintas yang terbiasa tenggelam sendirian.Namun, kehadiran Dylan hari ini telah merusak ritme pertahanannya. Keheningan yang diberikan pria itu seolah memberinya ruang untuk menghirup oksigen, namun
Last Updated : 2026-01-06 Read more