CHAPTER 4 Keesokan paginya, Summer berdiri beberapa detik di depan pintu kelas A-1 sambil memeluk tablet di dadanya. Begitu pintu terbuka, suara obrolan di dalam langsung mengecil dan beberapa kepala serempak menoleh ke arahnya. “Oh, ranking satu datang.” “Yang kemarin ngomong ke senior Dylan itu kan?” Summer berpura-pura tidak mendengar. Ia melangkah masuk sambil mencari kursi kosong, tetapi setiap kali mendekat, mereka justru memilih pindah. Ada yang tiba-tiba sibuk menatap tablet, ada yang mengangkat tas lalu duduk di tempat lain, sampai akhirnya hanya tersisa satu kursi di paling belakang dekat jendela. Saat Summer baru hendak duduk, murid laki-laki yang berada tepat di depannya mendadak berdiri sambil meraih tasnya. “Gue depan aja deh.” Temannya langsung menyenggol bahunya sambil terkekeh. “Takut tertular miskin ya?” Tawa kecil pun langsung terdengar dari beberapa sudut kelas. Summer tidak mengatakan apa-apa. Ia tetap duduk, meletakkan tablet di atas meja, lalu menyalakan
Huling Na-update : 2026-01-02 Magbasa pa