“Greta,” jawab Amaya ketus, seraya mengembalikan iPad itu pada Fandi tanpa berani menatap mata suaminya. Ia segera memutar tubuh, kembali ke ranjang dan menyembunyikan wajahnya di balik bantal.Brian memberikan isyarat pada Fandi untuk keluar kamar. Begitu pintu tertutup, Brian tidak mendekati Amaya. Pikirannya kini beralih pada informasi yang jauh lebih berbahaya, yakni rencana pembunuhan yang disusun oleh Gevani dan pengkhianatan Abram yang didengar oleh Amaya di dapur kafe.“Lain kali, jika mendapatkan informasi sedikit apapun. Entah foto atau video, tanyakan baik-baik padaku,” ucap Brian sembari mengelus punggung Amaya.“Lihat aku saat aku bicara, Amay!”Amaya segera membuka bantalnya. Ia lantas duduk dengan bibir mengerucut. “Dan kamu harus tau, Greta ingin kita berpisah. Jadi, apapun yang keluar dari mulutnya semua untuk memprovokasi kamu.”Amaya sepenuhnya diam, bibirnya terkatup rapat. Mungkin ia menyesal, atau gengsi untuk meminta maaf atas kesalahpahaman yang jelas karena k
閱讀更多