Brian mengeratkan genggamannya. Keangkuhannya kembali mencuat, namun kali ini terasa seperti pelindung yang hangat. "Kehilangan segalanya? Amay, dengar baik-baik. Lentera Maritim, saham, atau pelabuhan itu... semuanya bisa aku beli lagi. Tapi darah yang mengalir di tubuhmu sekarang, itu adalah investasiku yang paling berharga. Selama jantungmu berdetak, aku tidak pernah merasa rugi. Aksara Group tidak akan runtuh hanya karena tikus seperti Gevani mencuri satu gudang." Amaya terdiam, merasakan kekuatan dari kata-kata suaminya. Meskipun Brian tetaplah pria sombong yang angkuh, namun di balik kata-kata itu, ada janji perlindungan yang absolut. "Kamu terantuk apa, Brian? Banyak sekali kosak kata yang kluar dari bibirmu?" gerutu Amaya masih terdengar. Brian menoleh mendengarnya."Jangan kira aku tidak dengar, Amay!" Amaya yang mendengar hal itu segera menoleh ke sembarang arah. "Fares, lanjutkan instruksiku di ruang sebelah. Jangan ganggu istriku lagi," usir Brian dengan nada yang t
آخر تحديث : 2026-03-15 اقرأ المزيد