Di dalam mobil, Brian tak henti-hentinya mendekap tubuh Amaya yang semakin dingin. Kemeja putihnya yang basah kini terasa seperti es, namun ia tak peduli. Tangannya terus menggosok lengan Amaya, mencoba menciptakan friksi agar suhu tubuh istrinya tidak semakin anjlok. "Sedikit lagi, Amay. Bertahanlah," bisik Brian dengan suara yang parau, matanya tak pernah lepas dari wajah pucat itu. Begitu mobil berhenti tepat di depan lobi IGD, Brian langsung melompat keluar bahkan sebelum pintu benar-benar terbuka sempurna. Ia menggendong Amaya dengan langkah besar, menerjang masuk ke dalam ruangan yang didominasi bau antiseptik itu. "Dokter! Suster! Cepat!" teriak Brian, suaranya menggelegar memenuhi ruangan, membuat beberapa pasien dan perawat tersentak kaget. Petugas medis segera datang membawa brankar. Brian meletakkan Amaya di atas ranjang dorong itu dengan sangat hati-hati, namun tangannya masih menggenggam erat tangan Amaya saat
آخر تحديث : 2026-03-06 اقرأ المزيد