Sesilia mendesah rendah, tangannya meremas rambut Bobi, menarik pria itu agar semakin intim dengannya. "Jangan berhenti, Bob... Aku ingin merasakanmu lebih dalam lagi," rintihnya, sebuah obrolan nakal yang keluar begitu saja dari bibir yang biasanya hanya mengucapkan istilah medis. Bobi berpindah, ia menyesap dan memainkan kedua puncak milik Sesilia dengan mulutnya, memberikan sensasi geli sekaligus panas yang membuat Sesilia melengkungkan punggungnya. Suara desahan Sesilia memenuhi ruangan, bersahutan dengan suara hujan di luar. "Katakan apakah boleh aku memasuki milikmu, Dokter?" tanya Bobi dengan nada rendah yang menggoda sambil jemarinya bermain di area sensitif Sesilia yang sudah membanjir. "Kamu, Bobi... Aghh kamu nakal Sayang," jawab Sesilia dengan napas tersengal-sengal. Tanpa menunggu lebih lama, Bobi memosisikan dirinya. Saat penetrasi terjadi, Sesilia memekik pelan, merasakan kepuasan yang belum pernah ia rasak
اقرأ المزيد