"Captain, jangan ada kru yang masuk ke kabin utama sampai instruksi saya selanjutnya. Tutup semua akses," titah Brian dingin dan mutlak. "Baik, Pak Aksara," sahut suara di ujung sana. Begitu lampu indikator privasi menyala merah, Brian melepaskan sabuk pengaman Amaya. Ia mengangkat tubuh mungil itu, mendudukkannya di atas pangkuannya. Amaya terkejut, namun ia merasa jauh lebih aman berada sedekat ini dengan detak jantung Brian. "Aku punya cara untuk membuatmu lupa kalau kita sedang berada di ketinggian tiga puluh ribu kaki," bisik Brian tepat di telinga Amaya. Suaranya serak, sarat akan gairah yang mendadak tersulut melihat kerapuhan istrinya. Brian mulai mencium ceruk leher Amaya, menyesap kulit halus di sana dengan posesif. Tangan besarnya merayap masuk ke balik blouse sutra yang dikenakan Amaya, membelai punggung mulusnya dengan gerakan yang menghanyutkan. Amaya melenguh rendah, rasa takutnya perlahan terkikis oleh gelombang panas yang mulai menjalar dari sentuhan Brian.
اقرأ المزيد