Bagi Javier sekarang, memiliki cucu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia.Cucu perempuannya pintar, cucu laki-lakinya menggemaskan. Bahkan saat keluar rumah, dia merasa jauh lebih bersemangat dibandingkan para kakek lain.Saat sedang bersenang-senang, Lili masuk dari luar sambil mengusap tangannya pada celemek yang dikenakannya."Nyonya, Bu Nancy datang lagi."Saphira langsung sakit kepala."Buat apa lagi dia datang? Silvar masih belum pulang?""Katanya sudah berhasil menghubunginya, tapi orangnya masih belum pulang. Dia datang untuk berdiskusi dengan Nyonya soal apa yang harus dilakukan."Saphira mendecakkan lidah."Itu anaknya sendiri, sekarang malah nggak tahu harus berbuat apa? Waktu mau mempersulit hidup gadis itu dulu, bukannya idenya banyak sekali?"Saat hendak menyusahkan orang lain, Nancy sama sekali tidak perlu meminta pendapat siapa pun. Begitu sekarang tidak tahu harus berbuat apa terhadap putranya sendiri, dia malah tahu-tahu datang meminta saran.Saphira berdec
Read more