Lili membawakan teh, lalu meletakkan cangkir porselen putih di hadapan Lara. "Nyonya, silakan minum dulu."Lara duduk di sisi sofa dan tersenyum sopan. "Terima kasih."Saphira mengangkat cangkir teh dan menyesapnya. "Ini teh yang dibeli Kayden di pelelangan. Harganya ratusan juta satu bungkus. Cicipi dulu, suka nggak."Lara mengangkat cangkir tehnya. Aroma teh langsung memenuhi udara, tetapi tehnya juga masih panas hingga terasa membakar bibir.Dia tidak bisa membedakan kualitasnya. Namun, dengan harga semahal itu, ditambah lagi ini adalah teh yang disuguhkan oleh Keluarga Narasoma, tentu saja rasanya tidak mungkin buruk."Tehnya memang enak," ucapnya.Saphira berkata, "Luna, kamu juga cicipi."Lunara menyesap sedikit, lalu mengernyit. "Rasanya ini bukan teh yang Kayden beli. Kalau nggak salah, ini teh yang Daisy bawa pulang waktu itu."Saphira tersenyum tipis. "Oh? Kalau begitu, ini teh yang dipetik oleh anak-anak waktu di kegiatan sekolah Daisy. Lili yang menyangrainya sendiri di rum
Read more