Kemudian, Silvar pun tertawa. "Aku sudah lupa, ternyata orang waktu itu kamu ya? Kebetulan sekali! Kamu masih ingat orang di sebelahku nggak? Itu Kayden, si raja iblis berwajah dingin."Waktu itu Elina tidak memperhatikan Kayden.Sekarang setelah Silvar menyebutnya, dia berkata dengan ragu-ragu, "Ah ... itu Kak Kayden? Kebetulan sekali. Seragam sekolah itu masih aku simpan, kapan-kapan aku kembalikan ke kamu, ya!"Silvar tertawa. Dia merasa gadis di depannya ini saking polosnya sampai terasa agak menakutkan. "Bu Elina, menurutmu untuk apa aku butuh seragam SMA sekarang?"Tentu saja tidak ada gunanya.Bahkan dengan standar sekolah mereka waktu SMA dulu pun, mereka bisa tinggal mengambil gantinya di bagian administrasi. Lagi pula waktu SMA, terkadang mereka sendiri juga tidak tahu milik siapa seragam yang dipakai mereka itu. Sering kali, mereka hanya mengambil dengan asal dan dipakai begitu saja.Elina juga menyadarinya, sehingga wajahnya jadi agak merona. Kepribadian Elina sangat tertut
Ler mais