Di vila kecil itu, Carol duduk di sofa, tetapi hanya setengah bokongnya yang duduk. Bahkan saat pelayan meletakkan cangkir teh, dia bisa merasakan betapa kaku dan tertekannya Carol.Begitu Lunara membuka mulut, Carol langsung berdiri dari sofa. Lunara sampai merasa lucu."Duduk saja. Kalau Om Hardi turun nanti, aku suruh dia jemput kamu di sini.""Baik, terima kasih."Setelah duduk kembali, Carol menyesap teh. Entah sebenarnya dia merasakan rasa teh itu atau tidak, yang jelas tatapannya terus melirik ke arah gedung utama.Melihat itu, Lunara juga tidak bertanya apa pun. Dia hanya mengangkat cangkir tehnya dan ikut minum, lalu sibuk memproses pekerjaan di ponselnya.Seri Kepompong Pecah sudah memasuki tahap akhir produksi. Keahlian Pasha memang luar biasa. Banyak detail yang bahkan tidak terpikirkan oleh Lunara dan Casya, dan harus disempurnakan dengan pengalaman puluhan tahun sang ahli.Hanya dengan melihat cincin itu, Lunara dan Casya sudah sangat terpukau. Mereka sudah berusaha sepen
Baca selengkapnya