Lunara tersenyum."Menurutmu, apakah kepribadianku dan Kayden cocok?"Elina tertegun.Setelah berpikir sejenak, dia menggelengkan kepala dengan sungguh-sungguh."Pak Kayden adalah pria paling menakutkan yang pernah kutemui seumur hidupku. Tapi kamu adalah wanita terbaik yang pernah kutemui."Bayang-bayang psikologis yang ditinggalkan Kayden pada Elina terlalu dalam.Saat SMA dulu, selama waktu yang sangat lama, setiap kali memejamkan mata, yang terlintas di benaknya adalah darah yang memercik ke mata Kayden. Namun, ekspresi pria itu sama sekali tidak berubah, seolah semua itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.Dingin. Terasing. Sunyi seperti kematian. Semua kesan itu bertumpuk dan meninggalkan trauma yang luar biasa kuat. Bahkan sekarang, meskipun Elina sudah jauh berbeda dari dirinya yang dulu, tubuhnya masih akan gemetar setiap kali bertemu Kayden.Namun, Lunara berbeda. Dia hangat, penuh semangat hidup, kuat sekaligus lembut.Bahkan terhadap Elina, yang dulu hampir bertunangan de
Baca selengkapnya