"Kalau kamu benar-benar nggak suka, nanti setelah dia dewasa, biarkan dia sendiri yang memutuskan."Hati Lunara terasa sesak. Kayden selalu memikirkan berbagai cara, dari segala sisi, hanya untuk membuatnya merasa aman.Lunara menempelkan wajahnya ke pipi lembut bayi yang baru lahir itu. Dia memejamkan mata. Dalam hati, dia berkata pelan, "Mulai sekarang namamu Jaden. Kamu punya papa, mama, dan kakak terbaik di dunia."....Selama enam jam setelah melahirkan, Lunara belum boleh minum air.Kayden terus berada di sisinya. Sesekali dia membasahi kapas dengan air, lalu mengusapkannya perlahan ke bibir Lunara. Hampir setiap proses yang harus dilalui Lunara, dia selalu mendampinginya. Dia terus sibuk mengurus semuanya sampai hari Lunara keluar dari rumah sakit.Lunara terlihat segar dan bugar. Sebaliknya, lingkaran hitam tampak jelas di bawah mata Kayden.Selama beberapa hari di rumah sakit, dia mencoba ikut mengurus bayi. Barulah sekarang dia menyadari bahwa mengurus anak ternyata jauh lebi
Read more