"Sayang, kamu pulang dulu."Ujung telinga Casya kembali memanas. Dia tahu Eston sengaja melindunginya, jadi setelah berpura-pura mengeluh sebentar, dia pun kembali ke meja sebelah.Di sisi Linda, mereka sama sekali tidak menyadari apa yang baru saja terjadi di meja Eston. Begitu melihat Casya kembali, Linda langsung menggoda, "Gimana? Sudah punya pacar?"Casya sengaja mengeluh dengan suara keras, "Jangan ditanya! Pelit banget! Cuma minta dibeliin tas, malah disuruh balik!"Linda dan yang lain langsung berdecak. Wajah mereka penuh rasa jijik.Di meja VIP, Eston mendengar keluhan Casya yang terdengar setengah bercanda, lalu sudut bibirnya terangkat. Dia tahu, Casya memang selalu pintar. Casya tidak bertanya apa pun, tetapi tetap bisa memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di sisinya.Eston membuka tas kerja itu. Setelah memeriksanya, dia mengangguk."Sisa pembayarannya akan masuk dalam lima menit. Tetap ke rekening yang sudah disepakati sebelumnya."Lawan bicaranya akhirnya menghela
Ler mais