Ketika pertama kali menghadapi masalah ini, Sarah memang sempat panik. Namun, setelah dipikir-pikir, sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutinya.Hubungannya dengan Zaid juga berlangsung secara terbuka dan tidak merugikan kepentingan siapa pun.Hanya saja, saat pertama kali melihat pesan-pesan itu, pikirannya terjebak pada masa lalu. Dia teringat kejadian yang dulu.Setelah kembali tenang, Sarah merasa justru dirinya yang tidak perlu takut.Ketika mencoba menelepon lagi, nomor itu sudah tidak bisa dihubungi.Sarah mengirimkan nomor itu kepada Casya, memintanya membantu mencari tahu nama pemilik nomor itu.Casya meneleponnya."Kamu menerima pesan lagi? Kak Eston sempat melihatnya dan bilang nomor ini kemungkinan besar anonim. Jenis kartu SIM tanpa identitas yang dibeli secara online.""Nggak apa-apa. Kalau bisa dilacak, lacak saja. Kalau nggak ketemu, ya sudah.""Gimana kamu mau menanganinya? Kak Eston bilang, sekalipun lapor polisi, mungkin juga nggak ada gunanya."Sarah tidak mengalam
Baca selengkapnya