"Kak Kayden memang selalu waspada," gumam Eden.Lunara mengangkat kepalanya, lalu menatap Eden dengan tajam. "Aku nggak peduli apa sebenarnya tujuanmu. Tapi kuberi peringatan, jauhi aku dan anakku. Kalau nggak, kamu tahu sendiri apa akibatnya.""Akibatnya apa? Kak Luna, aku cuma menyukaimu ...." Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, Lunara langsung mengangkat tangan dan menampar wajah Eden dengan keras.Dia terengah-engah, lalu menatap Eden dengan dingin. "Aku nggak menyukaimu, Eden. Sekarang bukan hanya nggak suka, aku bahkan sudah nggak punya emosi apa pun terhadapmu.""Dulu memang masih ada sedikit rasa peduli, tapi sekarang kamu cuma orang asing."Sedikit rasa peduli itu pun hanya karena dalam dua peristiwa sebelumnya, Eden pernah muncul di sisinya dan menyelamatkannya.Namun, sejak melihat foto-foto itu, semua kepeduliannya telah lenyap.Seandainya Eden sama seperti Alden dan Casya, hanya sekadar adik ipar Kayden, Lunara pasti akan berusaha sekuat tenaga merawat dan menjaganya
Read more