Saat berhadapan langsung, Sandy terlihat sopan dan terbuka. Setidaknya, cara bicaranya tidak pernah berlebihan. Tak disangka, di belakang, dia seperti berubah menjadi orang lain.Bukan hanya berani memukul Yuna, dia bahkan meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan lalu pergi.Melihat Yuna terduduk di pinggir jalan sambil menutupi wajahnya dalam keadaan begitu menyedihkan, Elina menghentikan mobil di tepi jalan dan menurunkan kaca jendela.Dia menatap Yuna dari atas, lalu mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya dan menyodorkannya."Ambillah. Kalau kamu masih mau menjaga harga diri, kamu juga boleh menolak uang ini."Yuna menggigit bibir bawahnya. Matanya dipenuhi air mata. Sisi dirinya yang paling menyedihkan terlihat oleh Elina. Hatinya terasa tersiksa, seolah ada banyak semut merayap di dalamnya, membuatnya sangat tidak nyaman.Namun, dia juga tidak mungkin menolak uang. Dia pun mengulurkan tangan menerima uang yang diberikan Elina, lalu memalingkan wajah dan mengusap air mat
Leer más