Untuk sesaat, tenggorokan Zaid terasa kering.Beberapa saat kemudian, barulah dia tertawa pelan."Bagus sekali.""Kamu membuat program itu karena Sandy?"Zaid menggeleng pelan."Aku sudah dewasa. Semua keputusan yang kubuat tentu saja untuk diriku sendiri. Nggak ada hubungannya dengan Sandy."Hanya saja, selama membawa Sandy berobat ke berbagai tempat, mereka sudah berkali-kali menemui jalan buntu. Mencari dokter yang bagus, mengumpulkan biaya operasi, lalu memastikan kebutuhan nutrisi dan program rehabilitasi setelah operasi tetap terpenuhi, semuanya sangat sulit.Zaid hanya ingin membantu dirinya sendiri di masa lalu. Seandainya saat dirinya dulu berjalan menerjang badai, dia juga bisa menerima sebuah payung yang disodorkan oleh dirinya dari masa depan, dia pasti akan merasa sangat bahagia.Daisy mendengarkan percakapan mereka, lalu bertanya dengan suara kekanak-kanakan, "Program apa?"Sarah juga tidak memperlakukan Daisy seperti anak kecil dan menjelaskan garis besarnya kepadanya."
Read more