Kayden baru berdiri setelah selesai. Dia memberikan tempatnya kepada Priya.Karena cuaca sangat dingin, Priya tidak menurunkan Daisy dari gendongan. Dengan senyuman hangat, dia berkata, "Kami datang menjengukmu. Kami mengajak Daisy, juga bayi dalam kandungan Luna.""Tolong jaga mereka bertiga agar selalu selamat, sehat, dan bahagia. Soal yang lain, nggak usah kamu pikirkan."Lunara tertawa. "Memangnya hal seperti itu bisa dimintakan ke orang yang sudah meninggal?""Tentu saja bisa. Sejak kamu lahir, kami berdua sudah tahu kalau nanti setelah kami tiada, kamu pasti akan memohon agar kami terus menjagamu, sekalian menjaga anak-anakmu."Pemikiran orang tua memang sejauh itu.Lunara sengaja menggoda, "Kalau begitu, gimana dengan Kayden? Nggak ada yang jagain dia?"Priya sama sekali tidak terpancing. "Selama kalian bertiga baik-baik saja, dia juga pasti akan baik-baik saja. Kamu hanya perlu menjaga dirimu sendiri. Hidup Kayden juga akan ikut bahagia."Dia benar-benar memahami Kayden.Setela
Leer más