Pada saat itu, Carol tiba-tiba menyadari bahwa semua yang telah dilakukannya ternyata sepadan.Membicarakan hal itu, Carol tersenyum. "Kami awalnya nggak berani makan kelinci itu. Singa itu sendiri yang membunuhnya, jadi masih ada bakteri yang menempel di tubuhnya. Tapi karena kami terlalu lapar, akhirnya tetap kami makan."Mendengarnya saja sudah membuat Lunara merasa ceritanya penuh lika-liku. "Kamu nggak takut?""Sejujurnya takut, tapi juga nggak takut. Waktu itu aku berpikir, kalau aku mati di sana, ya sudahlah."Dalam hidupnya, kini hanya tersisa dirinya sendiri. Kalau dia mati di padang rumput, tidak akan ada yang berduka untuknya.Namun, justru setelah kejadian itu, Carol mendapatkan keberanian dan tujuan hidup yang baru. Dia ingin melakukan lebih banyak hal. Masih banyak yang bisa dilakukannya.Carol mengeluarkan beberapa kerajinan tangan yang terbuat dari biji pinus dari dalam tasnya, lalu meletakkannya di atas meja Lunara."Ini untuk Daisy. Hewan-hewan itu yang memberikannya
Read more