Setelah selesai membaca berkas tersebut, Ziana merasa sedikit bingung. "Kak, untuk apa kamu memperlihatkan semua ini padaku?""Untuk perlindungan diri," jawab Vihan datar. "Aku nggak mungkin selalu muncul tepat waktu. Kalau terjadi sesuatu, berkas ini cukup untuk membuatmu bisa bernegosiasi di antara Reiga dan Keluarga Danuarta."Ziana tertegun. Entah karena ponselnya terasa panas saat diisi daya, atau karena suhu telapak tangannya sendiri yang meningkat, dia merasa ada hawa panas yang menjalar di hatinya.Namun, Ziana segera menenangkan diri dan bertanya, "Kak, apa kamu mau menggunakan masalah ini untuk menjatuhkan Tuan Farel?"Vihan mengernyitkan dahi. "Kalau ... kalau itu yang kamu pikirkan, ya begitu saja. Kalau kamu nggak mau, nggak masalah."Bagaimanapun juga, Ziana telah bersama Farel selama empat tahun. Jika dia merasa tidak tega, itu adalah hal yang wajar. Vihan merasa tidak ada gunanya bicara terlalu banyak.Ziana seketika tersadar dan segera berkata, "Kak, aku nggak bilang
Baca selengkapnya