“Gak-lah, Dik Alex. Kan saya memang bertanya dan ingin tahu.” “Ya semuanya, Bu Ema. Dari wajah Bu Ema yang manis, terus bibir ibu yang seksi, dan di bawah dagu tuh, mantap banget, besar. Dan yang lebih menyita pikiran itu ya, maaf, bo-kong Bu Ema tuh, mantap habis pokoknya. Pinggang agak singset, tapi bo-kong ibu besar bulat gitu. Ya bikin laki-laki berfantasilah pastinya.” “Termasuk Dik Alex berfantasi melihat bo-kong saya?” “Iyalah, Bu, pastilah, kan saya juga cowok. Hehehe.” “Kalo lag berfantasi reaksi Dik Alex gimana?” “Ya te-gang habislah, Bu, pastinya. Nyut-nyutan-lah.” “Lalu ngapain?” “Ya diampet saja. Mau ke kamar mandi kan kamar mandi di rumah posko belum bisa dipakai.” “Hm, gitu ya? Dik Alex bilang itu benar adanya. Suami saya saja selalu memuji bagian itu. Dia tuh kalau maen, pasti suka minta saya nu**ging.” “Waw, mantap banget. Saya juga bayangin Bu Aini juga gitu dalam fantasi saya. Maksud saya dengan gaya itu.” “Iya
อ่านเพิ่มเติม