共有

PART 77

作者: Aura Kisah
last update 公開日: 2026-04-05 23:26:46

Alex benar-benar dibuat kagum dengan keindahan milik wanita STW itu. Lebih mentul dan tebal jika dibandingkan dengan miliknya Bu Gahuh. Benar-benar indah itu. Milik Bu Ema itu tak kalah indahnya dengan milik para wanita yang lebih muda seperti Meilin. Tak nampak bekas hitam ataupun jejak gesekan tuasnya Pak Kadus yang membuat bagian itu tak sedap dipandang.

Ketika kedua kaki Bu Ema ia renggangkan, maka sepetak sawah Bu Ema yang indah yang ditumbuhi oleh rerumputan yang tak begitu
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 77

    Alex benar-benar dibuat kagum dengan keindahan milik wanita STW itu. Lebih mentul dan tebal jika dibandingkan dengan miliknya Bu Gahuh. Benar-benar indah itu. Milik Bu Ema itu tak kalah indahnya dengan milik para wanita yang lebih muda seperti Meilin. Tak nampak bekas hitam ataupun jejak gesekan tuasnya Pak Kadus yang membuat bagian itu tak sedap dipandang. Ketika kedua kaki Bu Ema ia renggangkan, maka sepetak sawah Bu Ema yang indah yang ditumbuhi oleh rerumputan yang tak begitu lebat itu ikut terbuka. Celah itu benar-benar sudah basah. Selanjutnya Alex berjongkok dan menggarap sawah itu dengan menggunakan lidahnya. “Aaaah Aleeexx kamu gila, sayaaang ….” jerit Bu Ema sembari memejamkan matanya dan kedua tangannya mengelus dan menekan kepala Alex. Permainan Alex itu adalah permainan yang tergila yang ia rasakan seumur hidupnya. Bahkan misuanya tak pernah memperlakukannya segila itu. Maka, ia tidak kecewa walau harus mendapatkan puncak kebahagiaan dari p

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 76

    Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah di sebuah komplek perumahan di kota itu. Sebuah rumah type 45. Rumah itu telah mengalami renovasi tambahan, termasuk bagian pagar depan. Menurut Bu Ema, rumah itu tidak ditinggali sudah hampir satu tahun karena pemiliknya yang merupakan adik kandungnya telah dimutasi ke kota kabupaten. Maka setiap bulan ia akan datang ke tempat itu untuk membersihkan halaman maupun bagian dalam rumah itu. Perabotannya masih komplit. Bu Ema turun untuk membuka pintu geser halaman rumah itu. Ia memegang kuncinya. Setelah pintu yang terbuat dari besi dan papan kayu yang kuat itu digeser, Alex langsung memasukkan mobilnya. Akhirnya kini keduanya sudah masuk didalam rumah tersebut. Rumah tersebut memiliki dua kamar, dan Bu Ema menarik tangan Alex dan melangkah ke salah satu kamar. Ia membuka dengan kunci dan kedua masuk ke dalam kamar itu. Kondisi kamar itu terlihat bersih, dan sepreinya pun seperti baru dirapikan. “Seminggu yang lalu saya ke

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 75

    Setelah suasana batin reda, Alex memberi isyarat pada Mei untuk mengambil posisi menaungi raganya. Posisi dan variasi seperti itu selalu membuat wanita itu tak mampu bertahan lama. Hanya butuh beberapa menit sudah terkulai di atas raga sang pejantan setelah mengalami kejang yang cukup kuat. Setelah cukup lama Mei nyaman di atas raganya, Alex kemudian membalikkan posisi dengan hati-hati, bersamaan dengan suasana resah-gelisah makin meningkat di sebelah mereka. Pada posisi itu Alex melakukan g3njot4n dengan hati-hati namun cukup ketat. Dan hanya butuh waktu beberapa menit, mereka berdua berhasil mencapai puncak kebahagiaan tertinggi. Mereka mencapainya dengan saling merengkuh dengan sangat ketatnya. Sensasinya selalu sangat luar biasa yang mereka dapatkan. Keesokan harinya, Bu Ema (Bu Kadus) datang bersama Ikhsan ke rumah posko. Wanita itu berpura-pura minta bantuan untuk diantarkan ke pasar untuk membeli bahan bumbu sapi berikut juga beberapa bahan lain untuk keperlua

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 74

    Alex langsung telepon. Saat itu lampu di ruang tamu sudah dipadamkan oleh Kulman, namun cahaya lampu dari kamar masih membuat ruang itu tidak begitu gelap. Terlebih Kulman, Ambar, dan Mei juga masih main hape. Jadi cahaya layar ponsel mereka masih membuat ruangan itu masih terbilang temaram. Begitu Bu Ema mengangkat panggilannya, wanita itu sudah langsung beraksi. Suara jeritan lirih dan desa-han sambil menyebut-nyebut namanya membuat Alex benar-benar panas dingin. Celana tidur dari bahan batiknya terasa sudah sangat sesak. Bu Ema bukan saja hanya menyebut-nyebut namanya saja, namun meracau dan mengatakan bahwa ia sangat ingin main dengannya. Sekali-sekali Alex menanggapinya dengan deheman-deheman kecil. Aksi swalayan yang dilakukan oleh wanita STW itu berlangsung sekitar lima menit. Tak lama. Alex mendengar jeritan kuat sembari kembali menyebut-menyebut namanya seolah-olah ia sedang menggempurnya kuat-kuat. Lalu tak lama kemudian sepi. Dua menit kemudian masuk S

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 73

    “Gak-lah, Dik Alex. Kan saya memang bertanya dan ingin tahu.” “Ya semuanya, Bu Ema. Dari wajah Bu Ema yang manis, terus bibir ibu yang seksi, dan di bawah dagu tuh, mantap banget, besar. Dan yang lebih menyita pikiran itu ya, maaf, bo-kong Bu Ema tuh, mantap habis pokoknya. Pinggang agak singset, tapi bo-kong ibu besar bulat gitu. Ya bikin laki-laki berfantasilah pastinya.” “Termasuk Dik Alex berfantasi melihat bo-kong saya?” “Iyalah, Bu, pastilah, kan saya juga cowok. Hehehe.” “Kalo lag berfantasi reaksi Dik Alex gimana?” “Ya te-gang habislah, Bu, pastinya. Nyut-nyutan-lah.” “Lalu ngapain?” “Ya diampet saja. Mau ke kamar mandi kan kamar mandi di rumah posko belum bisa dipakai.” “Hm, gitu ya? Dik Alex bilang itu benar adanya. Suami saya saja selalu memuji bagian itu. Dia tuh kalau maen, pasti suka minta saya nu**ging.” “Waw, mantap banget. Saya juga bayangin Bu Aini juga gitu dalam fantasi saya. Maksud saya dengan gaya itu.” “Iya

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 72

    Namun tiba-tiba ada SMS yang masuk, dari Bu Kadus. Wanita itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Alex atas semua bantuannya. “Cepat sekali warga taunya. Mereka benar-benar antusias menunggu malam undian itu,” tulis Bu Kadus selanjutnya. “Ya syukurlah, Bu Kadus. Saya dan teman-teman juga merasa senang jika warga merasakan hal yang sama.” “Kok gak dibalas, Say?” pesan SMS Mei masuk. “Maaf, Say, ini ada chat dari keluarga di Jakarta,” ngeles Alex. “Oh iyo. Kalau begitu aku mau tidur duluan, ya? Tapi nanti aku pengen, Say. Semalam kan kita gak bisa main karena Zara ikut tidur di sini.” “Iya, Say. Tapi kira-kira si Zara tidur lagi di sini gak ya malam ini?” “Gak tau, Say. Tapi kayaknya gak. Mudah-mudahan.” “Ok, met rehat dulu, ya? Ummach.” “Ok, say. Ummach.” “Dik Alex sudah tidur ya?” Chat Bu Galuh kembali masuk. Alex belum langsung balas karena ada beberapa pesan SMS juga yang harus ia balas, yaitu dari Tante Lena, dan juga dari

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status