Polisi segera memastikan bahwa apa yang dikatakan ibuku adalah benar. Bagi Warren yang sejak awal sudah kehilangan arah dan semangat, kenyataan ini tak ubahnya seperti pukulan mematikan.Sejak mengetahui kebenaran, Warren seolah-olah kehilangan seluruh jiwanya. Siang maupun malam, apa pun yang ditanyakan polisi, dia hanya akan mengulang dengan tatapan kosong:"Aku ingin bertemu Arabella, aku mau bertemu Arabella ....""Aku merindukan Arabella, aku ingin bertemu dengannya ....""Asal aku bisa memeluknya, dia nggak akan kesakitan. Dulu kalau dia sakit, selalu seperti itu ...."Tidak ada seorang pun yang percaya bahwa dia benar-benar ingin menemuiku. Termasuk polisi, semua orang mengira dia hanya sedang berakting. Dia menampilkan penyesalan dan cinta yang datang terlambat, agar bisa lolos dari hukuman.Bukan hanya polisi. Bahkan Cassie yang akhirnya bertemu Warren, juga malas berpura-pura lagi. "Benar, memang Arabella yang menggendongmu turun gunung. Aku cuma kebetulan lewat, sekalian saj
Read more