Di pagi hari, aku dibangunkan oleh dering telepon. Itu adalah nada dering ponsel Zion.Aku meraba ponsel itu dan tanpa sengaja menekan tombol jawab. Panggilan itu sudah tersambung. Aku menyerahkan telepon itu kepada Zion dengan suara yang masih terdengar mengantuk."Zion, ini teleponmu. Cepat jawab ...." Tiba-tiba, terdengar suara marah seseorang dari ujung telepon."Sialan, ternyata benar-benar kamu! Claudia, buka pintunya! Kamu bahkan tidur dengan temanku .... Bangsat!" Kemudian, aku mendengar serangkaian ketukan keras di pintu.Suara Jancent sangat nyaring hingga menembus pintu kedap suara."Claudia, buka pintunya! Zion, aku anggap kamu teman, tapi kamu malah tidur dengan wanitaku! Buka pintunya!" Ketukan itu makin keras dan rasa kantukku sudah sirna.Begitu Zion membuka pintu, Jancent langsung menerobos masuk. Dia tidak bercukur, matanya merah, dan wajahnya terlihat lesu.Dia terlebih dahulu meraih pergelangan tanganku. Wajahnya penuh dengan amarah."Claudia, pantas saja kamu ng
Read more