Share

Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya
Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya
Penulis: Entari

Bab 1

Penulis: Entari
"Jancent, kutanya sekali lagi, kamu benar-benar harus pergi temui Winny? Kamu nggak peduli meski itu merusak pernikahan kita? Gimana kalau aku berharap kamu jangan pergi? Winny baru saja mengirimiku pesan. Dia sama sekali nggak mengalami kecelakaan mobil. Tapi ayahku ...."

Di belakang panggung resepsi pernikahan, aku masih mengenakan gaun pengantin putihku. Namun, tidak ada jejak kebahagiaan di wajahku.

Ayahku menderita kanker lambung stadium akhir. Dokter mengatakan dia akan segera meninggal.

Katanya, keinginan terakhirnya sebelum meninggal adalah melihatku menemukan kebahagiaanku. Dia berharap ada seseorang yang dapat berbagi hidup denganku, sehingga dia bisa pergi dengan tenang.

Aku tidak ingin dia pergi dengan penyesalan. Jadi, aku memajukan pernikahan ini. Sekarang, mempelai pria malah pergi sepuluh menit sebelum resepsi pernikahan dimulai. Alasannya hanya karena ada yang memberitahunya bahwa cinta pertamanya, Winny, telah mengalami kecelakaan mobil dan ingin bertemu dengannya.

Namun, pesan provokatif Winny dari tiga menit yang lalu masih tersimpan di ponselku. Aku sangat ingin menunjukkan bukti di ponselku kepada Jancent, tetapi dia menepisnya.

Ponselku pun jatuh ke lantai, sedangkan aku juga tersandung dan jatuh ke lantai.

"Cukup! Claudia, Winny mengalami kecelakaan dan nyawanya dalam bahaya. Yang dia inginkan cuma ketemu sama aku! Apa kamu nggak punya hati? Kok bisa aku jatuh cinta sama wanita nggak berperasaan sepertimu!"

Dilihat dari ekspresi Jancent, aku tahu aku tidak akan bisa menghentikannya hari ini. Tiba-tiba, aku tertawa.

Aku menertawakan kebodohanku sendiri. Sebelumnya, ada yang pernah memperingatkanku bahwa hubungan Jancent dengan Winny jauh lebih rumit daripada yang terlihat. Akan tetapi, aku memilih untuk memercayainya tanpa syarat. Sekarang, kenyataan telah memberiku pukulan yang keras.

Air mata mengalir di wajahku saat aku menatapnya, mataku penuh tekad.

"Jancent, kalau kamu pergi hari ini, pernikahan ini nggak ada hubungannya lagi denganmu."

Aku mendengar tawa sinis Jancent, suaranya sedingin es saat berkata, "Kamu sepertinya lupa siapa di antara kita yang mohon untuk nikah waktu itu. Jangan khawatir, meski kamu berlutut dan mohon padaku nanti, aku juga nggak akan setuju lagi untuk nikahi wanita sejahat kamu!"

"Apa kamu sanggup jalani resepsi pernikahan seorang diri? Heh! Membayangkannya saja sudah memalukan. Tapi kamu pantas mendapatkannya!"

Setelah mengucapkan kata-kata kasar yang menusuk hatiku itu, Jancent pergi tanpa menoleh.

Aku menatap lantai dalam diam selama tiga menit. Kata-kata kasar Jancent terus terngiang di benakku.

Di tengah pergumulan batin ini, tiba-tiba terdengar suara lain ....

"Aku tahu aku nggak seharusnya menaruh perasaan pada wanita temanku. Tapi, aku cuma mau kamu tahu bahwa aku teramat sangat ingin menikahimu. Aku nggak bercanda."

Aku perlahan bangkit dari lantai dan merapikan diri. Kemudian, aku menghubungi sebuah nomor.

"Kamu masih ingat apa yang kamu katakan sebelumnya? Nikahi aku, sekarang juga. Kamu akan datang?"

Orang di ujung telepon terdiam sejenak.

"Aku akan segera ke sana. Tunggu aku."

Setelah panggilan berakhir, pembawa acara berdiri di pintu dan menatapku dengan ekspresi cemas.

"Bu Claudia, mempelai prianya kabur? Jadi ... gimana dengan pernikahan ini sekarang?"

Aku tersenyum padanya. "Lanjutkan semuanya sesuai rencana. Siapa bilang mempelai prianya kabur?"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya   Bab 8 

    Akibat dikendalikan secara sengaja, trending topic itu bertahan selama sebulan. Reputasi Jancent dan Winny sudah sepenuhnya hancur. Sementara itu, Grup Setiawan berada dalam keadaan kacau dan di ambang kehancuran.Aku menjalani kehidupan yang nyaman. Zion menyenangkanku dengan berbagai cara setiap hari sehingga aku tidak punya waktu untuk memperhatikan semua ini.Namun, suatu hari saat makan, aku merasa mual dan muntah hebat. Kami berdua menyadari ada sesuatu yang salah dan bergegas ke rumah sakit."Selamat, kalian akan segera menjadi orang tua." Mendengar ini, aku merasa sedikit linglung. Suara Zion terdengar lebih bergetar lagi di belakangku.Saat kami meninggalkan ruang pemeriksaan, dia menyuruhku duduk di kursi dan berlutut di sampingku. Kemudian, aku baru menyadari matanya sudah sangat merah."Jelas-jelas, kita sudah ambil tindakan pencegahan. Melahirkan sangat menyakitkan. Aku takut kamu kesakitan. Kalau nggak, kita gugurkan saja ...." Aku segera menutupi perutku. "Nak, jangan

  • Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya   Bab 7

    Hari ini adalah kencan pertama resmiku dengan Zion.Sebelum ini, setelah terus bertanya, aku akhirnya tahu bagaimana dia jatuh cinta padaku. Itu adalah kisah cinta pandangan pertama yang klise. Aku tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi padaku.Berhubung aku sudah punya pacar, apalagi aku adalah pacar temannya, Zion hanya bisa menyembunyikan perasaannya. Dia tidak tahan Winny mengejekku bodoh di belakangku, juga tidak terima aku selalu menjadi pihak yang dikelabui. Oleh karena itu, dia baru mengingatkanku.Alhasil, aku malah hampir berpikir bahwa dia adalah orang jahat yang ingin merusak hubunganku dengan Jancent. Untungnya, kami tidak melewatkan satu sama lain.Namun, kencan pertama ini tidak berjalan mulus. Saat suasana mulai hangat, ponselku berdering."Abaikan saja."Namun, ponselku tidak berhenti berdering. Berhubung khawatir itu mungkin hal penting, aku meminta maaf kepada Zion dan mengangkatnya.Terdengar suara yang agak familier dari ujung telepon. Itu sepertinya adalah su

  • Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya   Bab 6

    Jancent menggeleng dengan kuat. Dia berjalan mendekatiku dan mencoba meraih tanganku, hampir dengan sikap seperti ingin menyenangkanku.Aku mundur beberapa langkah untuk menghindarinya. Tangannya pun membeku di udara."Claudia, aku ... aku cuma nggak bisa kesampingkan egoku. Sebenarnya, selama ini, aku terus memikirkanmu. Saat bangun tidur, aku teringat setelan jas yang kamu setrikakan untukku, kotak bekal yang kamu buat dengan penuh kasih sayang, semua hal kecil yang kamu tangani untukku ....""Aku nggak bisa hidup tanpamu. Aku sepertinya benar-benar nggak bisa hidup tanpamu. Aku nggak punya perasaan seperti itu waktu bersama Winny, cuma waktu sama kamu. Hari itu, waktu Zion jawab telepon dan aku dengar suara yang sangat familier di ujung telepon, aku rasa itu pasti kamu. Waktu itu, aku merasa jantungku hampir berhenti berdetak.""Aku nggak bisa terima. Aku nggak mau kamu yang awalnya milikku malah jadi milik orang lain. Aku pikir kamu akan tunggu dan menunduk padaku selamanya. Maaf,

  • Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya   Bab 5 

    Di pagi hari, aku dibangunkan oleh dering telepon. Itu adalah nada dering ponsel Zion.Aku meraba ponsel itu dan tanpa sengaja menekan tombol jawab. Panggilan itu sudah tersambung. Aku menyerahkan telepon itu kepada Zion dengan suara yang masih terdengar mengantuk."Zion, ini teleponmu. Cepat jawab ...." Tiba-tiba, terdengar suara marah seseorang dari ujung telepon."Sialan, ternyata benar-benar kamu! Claudia, buka pintunya! Kamu bahkan tidur dengan temanku .... Bangsat!" Kemudian, aku mendengar serangkaian ketukan keras di pintu.Suara Jancent sangat nyaring hingga menembus pintu kedap suara."Claudia, buka pintunya! Zion, aku anggap kamu teman, tapi kamu malah tidur dengan wanitaku! Buka pintunya!" Ketukan itu makin keras dan rasa kantukku sudah sirna.Begitu Zion membuka pintu, Jancent langsung menerobos masuk. Dia tidak bercukur, matanya merah, dan wajahnya terlihat lesu.Dia terlebih dahulu meraih pergelangan tanganku. Wajahnya penuh dengan amarah."Claudia, pantas saja kamu ng

  • Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya   Bab 4

    "Zion! Apa-apaan kamu!"Jancent sangat marah, tetapi tidak bisa melepaskan diri.Andre memimpin sekelompok orang untuk melerai perkelahian itu. Begitu Andre mendekat, Zion langsung meninjunya juga.Winny duduk lemas di kursi, terlalu takut untuk bergerak. Air mata menggenang di matanya."Kak Zion ...."Zion tiba-tiba menyela ucapannya, "Diam. Aku nggak punya adik yang begitu munafik dan manipulatif."Jancent juga melayangkan pukulan, tetapi berhasil dihindari Zion."Sialan! Jangan ngomong begitu ke Winny!"Winny terlalu takut untuk berbicara lagi.Dari sudut pandang ini, aku bisa melihat wajah Zion dengan jelas. Aku menyadari ekspresinya menjadi makin dingin. Tiba-tiba, aku merasa ingin menghiburnya. Jadi, aku meletakkan tabletku dan mematikan suara di tempatku sebelum menghubungi nomornya.Nada dering yang familier terdengar dari panggilan video.Zion langsung melepaskan Jancent. Ekspresinya melembut saat menjawab telepon. Suaranya yang dalam dan memikat terdengar dari ujung telepon.

  • Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya   Bab 3 

    Sebenarnya, aku juga sedang bertaruh ketika memanggil Zion datang. Kami tidak terlalu dekat. Dia hanya berkali-kali memperingatkanku untuk jangan selalu tertipu oleh Jancent. Dia memberitahuku bahwa Winny adalah teman yang tumbuh besar bersama Jancent dan hubungan mereka tidaklah sederhana. Apalagi motif Jancent bersamaku, itu lebih tidak murni lagi. Aku menganggapnya sebagai upaya untuk menebarkan perselisihan dan memutuskan untuk menjauh dari orang seperti itu. Tak disangka, semua yang Zion katakan benar dan dia bersedia melakukan hal sejauh ini untukku. Aku benar-benar tidak pernah berpikir bahwa dia dan Jancent akan berubah menjadi musuh. Namun, aku merasa itu mungkin hanya sekadar omong kosong. Bagaimanapun juga, keluarga mereka sudah menjalin hubungan selama beberapa generasi dan memiliki banyak kerja sama bisnis. Berselisih secara terang-terangan akan terlihat sangat buruk.Akan tetapi, aku sudah sangat berterima kasih pada Zion. Ayahku meninggal dengan tenang, dengan senyum

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status