เข้าสู่ระบบDi hari pernikahan kami, cinta pertama Jancent yang bernama Winny mengalami kecelakaan mobil. Mata Jancent langsung memerah dan dia ingin menemui Winny. Aku memohon padanya untuk jangan merusak pernikahan ini. Aku tidak ingin mengecewakan ayahku yang sakit parah. Namun, dia mendorongku dengan kasar, "Winny lagi dalam kondisi kritis. Apa kamu nggak punya hati? Dasar wanita nggak berperasaan!" Aku menangis sambil tersenyum. "Kalau kamu pergi hari ini, pernikahan ini nggak akan ada hubungannya lagi denganmu." Jancent mencibir, "Siapa yang mohon padaku untuk menikah? Jangan khawatir, meski kamu berlutut dan memohon padaku untuk kembali, aku juga nggak akan kembali!" Kemudian, Jancent akhirnya ingat untuk menghubungiku. Namun, yang didengarnya adalah suara pria lain yang sangat familiar. "Ssst, dia capek dan sudah tidur. Jangan ganggu dia."
ดูเพิ่มเติมAngel's POV
“ Don”t worry darling, she is going to die with that pregnancy, and when she finally dies, we will have the world to ourselves”, Dominic said, caressing Anne’s face as the silly bitch giggled happily. That was the last stroke that broke the carmel's back. I had walked in on them pounding into each other as if their lives depended on it, my husband and my twin sister, on my matrimonial bed, the very bed that the baby in my womb was conceived, screaming and moaning at the top of their voices, and I had tightly covered my mouth to prevent myself from screaming as I watched the ungodly scene before me. “ But hey, how sure can you be that she will die while giving birth?” Anne asked, placing her hand over my husband's chest, the very chest that I had slept on last night. “ Of course I'm very sure. Look, she doesn't want anyone to know, but she has a high risk pregnancy, and even her doctor has told her that she has only twenty percent chance of survival, she and the beast she's carrying in her belly”, he said with such clarity and disgust in his voice, so much disgust that even the baby in my womb kicked so hard. “ What the hell is going on here!” I screamed as I barged into the room, ignoring the fact that the little one in my belly was practicing kung fu, and startling the two idiots that were having the time of their lives. “ What in God's name is……”, I covered my mouth as hot tears streamed down, leaving me unable to continue with what I wanted to say. Dominic scrambled out of the bed, his flat dick swinging from North to South as he rushed to put on his pants which were hanging hopelessly on the window pane, while Anne immediately covered herself up with the blanket. “ Anne why?” I asked, the tears flowing endlessly, the pain in my heart growing, and the pain in my pelvic area intensifying. “ Why Anne? What have I ever done to you? Why Anne, why?” I was screaming at this point, out of control, “ why? I asked, heading towards Dominic, “ what did you do to my sister? What have you done to her? Why? Of everyone, every fucking person in the world, why does it have to be my sister?” I grabbed his lose pants, pushing him around as much as my strength could allow me and punching him. “ Tell me why, you son of bitch”, I said and unexpectedly, he pushed me so hard that I almost met the floor. “ Enough!” He screamed angrily, taking me by surprise, “ enough Angel, cut it out”, he sounded firm, so firm as if he was scolding a child, and I was so sure that if I had a knife with me, I would've cut out his penis, since he was telling me to “ cut it out”. I turned to Anne who was still on the bed, looking so pitiful as if she wasn't moaning in ecstasy just a couple of minutes ago. “ And you, what did he do to you? Why would you want to kill me? What did I ever do to you!” I was basically running mad, and the intensity of my voice was proof of that. “ Oh please shut the fuck up!” Dominic retorted, banging his hand so hard on the window that it broke, injuring him in the process. He approached me like a hungry beast and grabbed me my the shoulders, “ keep your fucking voice down, unless you want to die earlier than your doctor predicted”, he said coldly, sending cold shivers down my spine. For the five long years that we have been married, never have I ever felt so afraid of him, of the devil that was standing before me. He left me as I stood there, completely speechless. Anne got up from the bed, still holding the blanket to her chest as she came closer. “ I'm sorry sis”, she said coldly, looking me dead in the eye, like she had never done before, making me wonder if the person before me was really my sister or a doppelganger, “ I am so sorry for what I did, but isn't it unfair?” He demeanor turned colder, “ isn't it unfair that only you get to have all the good things? The money, the spouse, the house, everything, don't you think it's unfair?” “ Is that why you slept with my husband?!” I screamed, “ huh? Is that why you both were planning to kill me?” “ Shh”, she put a finger over my lips, “ we were not planning anything, we were just saying what was bound to happen. Although, the plan to kill you would've been invited if you eventually survive giving birth to that thing you're carrying”. She drew closer to my ears and whispered, “ it's time you give up sis, don't worry, I'll take very good care of your husband”. The rage in me couldn't be held down again, and I unleashed it. I grabbed her hair, forcing the blanket to fall to the ground as we both struggled with each other's hair. I tried with all my strength to rip her hair off her head, and she did the same. “ Get off of me!”, she screamed as she kept struggling, completely naked. “ Leave her alone!” Dominic commanded as he separated us, and as angry as I was, I faced him, throwing slaps and punches his way. The next thing happened in a flash. One minute, I was standing, fighting vigorously, and the next minute I was on the floor, lying on the pieces of shattered glass table which my head had broken. I didn't even realize it, but he had pushed me, so so hard, and as I laid there, bleeding to death, they; Dominic and Anne, stared down at me. “ What are we going to do?” Anne asked, trembling. She must've gotten scared after seeing my split open head and the blood that was everywhere. “ Come, grab a dress”, he said to her and she quickly put a sundress over her naked body and he held her by the hand as they ran out. I laid there for what seemed like eternity, awaiting death, until I started perceiving smoke. The smoke increased, and in no time, the room was also on fire, together with the entire house. The only thing on my mind was the fact that my baby was dying. The child that I had longed to have, was going to get burnt, along with it's undeserving mother.Akibat dikendalikan secara sengaja, trending topic itu bertahan selama sebulan. Reputasi Jancent dan Winny sudah sepenuhnya hancur. Sementara itu, Grup Setiawan berada dalam keadaan kacau dan di ambang kehancuran.Aku menjalani kehidupan yang nyaman. Zion menyenangkanku dengan berbagai cara setiap hari sehingga aku tidak punya waktu untuk memperhatikan semua ini.Namun, suatu hari saat makan, aku merasa mual dan muntah hebat. Kami berdua menyadari ada sesuatu yang salah dan bergegas ke rumah sakit."Selamat, kalian akan segera menjadi orang tua." Mendengar ini, aku merasa sedikit linglung. Suara Zion terdengar lebih bergetar lagi di belakangku.Saat kami meninggalkan ruang pemeriksaan, dia menyuruhku duduk di kursi dan berlutut di sampingku. Kemudian, aku baru menyadari matanya sudah sangat merah."Jelas-jelas, kita sudah ambil tindakan pencegahan. Melahirkan sangat menyakitkan. Aku takut kamu kesakitan. Kalau nggak, kita gugurkan saja ...." Aku segera menutupi perutku. "Nak, jangan
Hari ini adalah kencan pertama resmiku dengan Zion.Sebelum ini, setelah terus bertanya, aku akhirnya tahu bagaimana dia jatuh cinta padaku. Itu adalah kisah cinta pandangan pertama yang klise. Aku tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi padaku.Berhubung aku sudah punya pacar, apalagi aku adalah pacar temannya, Zion hanya bisa menyembunyikan perasaannya. Dia tidak tahan Winny mengejekku bodoh di belakangku, juga tidak terima aku selalu menjadi pihak yang dikelabui. Oleh karena itu, dia baru mengingatkanku.Alhasil, aku malah hampir berpikir bahwa dia adalah orang jahat yang ingin merusak hubunganku dengan Jancent. Untungnya, kami tidak melewatkan satu sama lain.Namun, kencan pertama ini tidak berjalan mulus. Saat suasana mulai hangat, ponselku berdering."Abaikan saja."Namun, ponselku tidak berhenti berdering. Berhubung khawatir itu mungkin hal penting, aku meminta maaf kepada Zion dan mengangkatnya.Terdengar suara yang agak familier dari ujung telepon. Itu sepertinya adalah su
Jancent menggeleng dengan kuat. Dia berjalan mendekatiku dan mencoba meraih tanganku, hampir dengan sikap seperti ingin menyenangkanku.Aku mundur beberapa langkah untuk menghindarinya. Tangannya pun membeku di udara."Claudia, aku ... aku cuma nggak bisa kesampingkan egoku. Sebenarnya, selama ini, aku terus memikirkanmu. Saat bangun tidur, aku teringat setelan jas yang kamu setrikakan untukku, kotak bekal yang kamu buat dengan penuh kasih sayang, semua hal kecil yang kamu tangani untukku ....""Aku nggak bisa hidup tanpamu. Aku sepertinya benar-benar nggak bisa hidup tanpamu. Aku nggak punya perasaan seperti itu waktu bersama Winny, cuma waktu sama kamu. Hari itu, waktu Zion jawab telepon dan aku dengar suara yang sangat familier di ujung telepon, aku rasa itu pasti kamu. Waktu itu, aku merasa jantungku hampir berhenti berdetak.""Aku nggak bisa terima. Aku nggak mau kamu yang awalnya milikku malah jadi milik orang lain. Aku pikir kamu akan tunggu dan menunduk padaku selamanya. Maaf,
Di pagi hari, aku dibangunkan oleh dering telepon. Itu adalah nada dering ponsel Zion.Aku meraba ponsel itu dan tanpa sengaja menekan tombol jawab. Panggilan itu sudah tersambung. Aku menyerahkan telepon itu kepada Zion dengan suara yang masih terdengar mengantuk."Zion, ini teleponmu. Cepat jawab ...." Tiba-tiba, terdengar suara marah seseorang dari ujung telepon."Sialan, ternyata benar-benar kamu! Claudia, buka pintunya! Kamu bahkan tidur dengan temanku .... Bangsat!" Kemudian, aku mendengar serangkaian ketukan keras di pintu.Suara Jancent sangat nyaring hingga menembus pintu kedap suara."Claudia, buka pintunya! Zion, aku anggap kamu teman, tapi kamu malah tidur dengan wanitaku! Buka pintunya!" Ketukan itu makin keras dan rasa kantukku sudah sirna.Begitu Zion membuka pintu, Jancent langsung menerobos masuk. Dia tidak bercukur, matanya merah, dan wajahnya terlihat lesu.Dia terlebih dahulu meraih pergelangan tanganku. Wajahnya penuh dengan amarah."Claudia, pantas saja kamu ng
"Zion! Apa-apaan kamu!"Jancent sangat marah, tetapi tidak bisa melepaskan diri.Andre memimpin sekelompok orang untuk melerai perkelahian itu. Begitu Andre mendekat, Zion langsung meninjunya juga.Winny duduk lemas di kursi, terlalu takut untuk bergerak. Air mata menggenang di matanya."Kak Zion ..
Sebenarnya, aku juga sedang bertaruh ketika memanggil Zion datang. Kami tidak terlalu dekat. Dia hanya berkali-kali memperingatkanku untuk jangan selalu tertipu oleh Jancent. Dia memberitahuku bahwa Winny adalah teman yang tumbuh besar bersama Jancent dan hubungan mereka tidaklah sederhana. Apalagi
Saat naik ke panggung, aku menerima video dan beberapa pesan dari Winny.[ Tahu nggak? Pernikahan yang kamu persiapkan dengan susah payah itu nggak berarti apa-apa bagi Jancent. Itu cuma caranya ngambek sama aku. ][ Apa alasannya? Karena aku pergi ke kencan buta yang diatur sama keluargaku. Dia pik
"Jancent, kutanya sekali lagi, kamu benar-benar harus pergi temui Winny? Kamu nggak peduli meski itu merusak pernikahan kita? Gimana kalau aku berharap kamu jangan pergi? Winny baru saja mengirimiku pesan. Dia sama sekali nggak mengalami kecelakaan mobil. Tapi ayahku ...."Di belakang panggung resep
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.