LOGINDi hari pernikahan kami, cinta pertama Jancent yang bernama Winny mengalami kecelakaan mobil. Mata Jancent langsung memerah dan dia ingin menemui Winny. Aku memohon padanya untuk jangan merusak pernikahan ini. Aku tidak ingin mengecewakan ayahku yang sakit parah. Namun, dia mendorongku dengan kasar, "Winny lagi dalam kondisi kritis. Apa kamu nggak punya hati? Dasar wanita nggak berperasaan!" Aku menangis sambil tersenyum. "Kalau kamu pergi hari ini, pernikahan ini nggak akan ada hubungannya lagi denganmu." Jancent mencibir, "Siapa yang mohon padaku untuk menikah? Jangan khawatir, meski kamu berlutut dan memohon padaku untuk kembali, aku juga nggak akan kembali!" Kemudian, Jancent akhirnya ingat untuk menghubungiku. Namun, yang didengarnya adalah suara pria lain yang sangat familiar. "Ssst, dia capek dan sudah tidur. Jangan ganggu dia."
View MoreAkibat dikendalikan secara sengaja, trending topic itu bertahan selama sebulan. Reputasi Jancent dan Winny sudah sepenuhnya hancur. Sementara itu, Grup Setiawan berada dalam keadaan kacau dan di ambang kehancuran.Aku menjalani kehidupan yang nyaman. Zion menyenangkanku dengan berbagai cara setiap hari sehingga aku tidak punya waktu untuk memperhatikan semua ini.Namun, suatu hari saat makan, aku merasa mual dan muntah hebat. Kami berdua menyadari ada sesuatu yang salah dan bergegas ke rumah sakit."Selamat, kalian akan segera menjadi orang tua." Mendengar ini, aku merasa sedikit linglung. Suara Zion terdengar lebih bergetar lagi di belakangku.Saat kami meninggalkan ruang pemeriksaan, dia menyuruhku duduk di kursi dan berlutut di sampingku. Kemudian, aku baru menyadari matanya sudah sangat merah."Jelas-jelas, kita sudah ambil tindakan pencegahan. Melahirkan sangat menyakitkan. Aku takut kamu kesakitan. Kalau nggak, kita gugurkan saja ...." Aku segera menutupi perutku. "Nak, jangan
Hari ini adalah kencan pertama resmiku dengan Zion.Sebelum ini, setelah terus bertanya, aku akhirnya tahu bagaimana dia jatuh cinta padaku. Itu adalah kisah cinta pandangan pertama yang klise. Aku tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi padaku.Berhubung aku sudah punya pacar, apalagi aku adalah pacar temannya, Zion hanya bisa menyembunyikan perasaannya. Dia tidak tahan Winny mengejekku bodoh di belakangku, juga tidak terima aku selalu menjadi pihak yang dikelabui. Oleh karena itu, dia baru mengingatkanku.Alhasil, aku malah hampir berpikir bahwa dia adalah orang jahat yang ingin merusak hubunganku dengan Jancent. Untungnya, kami tidak melewatkan satu sama lain.Namun, kencan pertama ini tidak berjalan mulus. Saat suasana mulai hangat, ponselku berdering."Abaikan saja."Namun, ponselku tidak berhenti berdering. Berhubung khawatir itu mungkin hal penting, aku meminta maaf kepada Zion dan mengangkatnya.Terdengar suara yang agak familier dari ujung telepon. Itu sepertinya adalah su
Jancent menggeleng dengan kuat. Dia berjalan mendekatiku dan mencoba meraih tanganku, hampir dengan sikap seperti ingin menyenangkanku.Aku mundur beberapa langkah untuk menghindarinya. Tangannya pun membeku di udara."Claudia, aku ... aku cuma nggak bisa kesampingkan egoku. Sebenarnya, selama ini, aku terus memikirkanmu. Saat bangun tidur, aku teringat setelan jas yang kamu setrikakan untukku, kotak bekal yang kamu buat dengan penuh kasih sayang, semua hal kecil yang kamu tangani untukku ....""Aku nggak bisa hidup tanpamu. Aku sepertinya benar-benar nggak bisa hidup tanpamu. Aku nggak punya perasaan seperti itu waktu bersama Winny, cuma waktu sama kamu. Hari itu, waktu Zion jawab telepon dan aku dengar suara yang sangat familier di ujung telepon, aku rasa itu pasti kamu. Waktu itu, aku merasa jantungku hampir berhenti berdetak.""Aku nggak bisa terima. Aku nggak mau kamu yang awalnya milikku malah jadi milik orang lain. Aku pikir kamu akan tunggu dan menunduk padaku selamanya. Maaf,
Di pagi hari, aku dibangunkan oleh dering telepon. Itu adalah nada dering ponsel Zion.Aku meraba ponsel itu dan tanpa sengaja menekan tombol jawab. Panggilan itu sudah tersambung. Aku menyerahkan telepon itu kepada Zion dengan suara yang masih terdengar mengantuk."Zion, ini teleponmu. Cepat jawab ...." Tiba-tiba, terdengar suara marah seseorang dari ujung telepon."Sialan, ternyata benar-benar kamu! Claudia, buka pintunya! Kamu bahkan tidur dengan temanku .... Bangsat!" Kemudian, aku mendengar serangkaian ketukan keras di pintu.Suara Jancent sangat nyaring hingga menembus pintu kedap suara."Claudia, buka pintunya! Zion, aku anggap kamu teman, tapi kamu malah tidur dengan wanitaku! Buka pintunya!" Ketukan itu makin keras dan rasa kantukku sudah sirna.Begitu Zion membuka pintu, Jancent langsung menerobos masuk. Dia tidak bercukur, matanya merah, dan wajahnya terlihat lesu.Dia terlebih dahulu meraih pergelangan tanganku. Wajahnya penuh dengan amarah."Claudia, pantas saja kamu ng
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.