Short
Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya

Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya

By:  EntariCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di hari pernikahan kami, cinta pertama Jancent yang bernama Winny mengalami kecelakaan mobil. Mata Jancent langsung memerah dan dia ingin menemui Winny. Aku memohon padanya untuk jangan merusak pernikahan ini. Aku tidak ingin mengecewakan ayahku yang sakit parah. Namun, dia mendorongku dengan kasar, "Winny lagi dalam kondisi kritis. Apa kamu nggak punya hati? Dasar wanita nggak berperasaan!" Aku menangis sambil tersenyum. "Kalau kamu pergi hari ini, pernikahan ini nggak akan ada hubungannya lagi denganmu." Jancent mencibir, "Siapa yang mohon padaku untuk menikah? Jangan khawatir, meski kamu berlutut dan memohon padaku untuk kembali, aku juga nggak akan kembali!" Kemudian, Jancent akhirnya ingat untuk menghubungiku. Namun, yang didengarnya adalah suara pria lain yang sangat familiar. "Ssst, dia capek dan sudah tidur. Jangan ganggu dia."

View More

Chapter 1

Bab 1

"Jancent, kutanya sekali lagi, kamu benar-benar harus pergi temui Winny? Kamu nggak peduli meski itu merusak pernikahan kita? Gimana kalau aku berharap kamu jangan pergi? Winny baru saja mengirimiku pesan. Dia sama sekali nggak mengalami kecelakaan mobil. Tapi ayahku ...."

Di belakang panggung resepsi pernikahan, aku masih mengenakan gaun pengantin putihku. Namun, tidak ada jejak kebahagiaan di wajahku.

Ayahku menderita kanker lambung stadium akhir. Dokter mengatakan dia akan segera meninggal.

Katanya, keinginan terakhirnya sebelum meninggal adalah melihatku menemukan kebahagiaanku. Dia berharap ada seseorang yang dapat berbagi hidup denganku, sehingga dia bisa pergi dengan tenang.

Aku tidak ingin dia pergi dengan penyesalan. Jadi, aku memajukan pernikahan ini. Sekarang, mempelai pria malah pergi sepuluh menit sebelum resepsi pernikahan dimulai. Alasannya hanya karena ada yang memberitahunya bahwa cinta pertamanya, Winny, telah mengalami kecelakaan mobil dan ingin bertemu dengannya.

Namun, pesan provokatif Winny dari tiga menit yang lalu masih tersimpan di ponselku. Aku sangat ingin menunjukkan bukti di ponselku kepada Jancent, tetapi dia menepisnya.

Ponselku pun jatuh ke lantai, sedangkan aku juga tersandung dan jatuh ke lantai.

"Cukup! Claudia, Winny mengalami kecelakaan dan nyawanya dalam bahaya. Yang dia inginkan cuma ketemu sama aku! Apa kamu nggak punya hati? Kok bisa aku jatuh cinta sama wanita nggak berperasaan sepertimu!"

Dilihat dari ekspresi Jancent, aku tahu aku tidak akan bisa menghentikannya hari ini. Tiba-tiba, aku tertawa.

Aku menertawakan kebodohanku sendiri. Sebelumnya, ada yang pernah memperingatkanku bahwa hubungan Jancent dengan Winny jauh lebih rumit daripada yang terlihat. Akan tetapi, aku memilih untuk memercayainya tanpa syarat. Sekarang, kenyataan telah memberiku pukulan yang keras.

Air mata mengalir di wajahku saat aku menatapnya, mataku penuh tekad.

"Jancent, kalau kamu pergi hari ini, pernikahan ini nggak ada hubungannya lagi denganmu."

Aku mendengar tawa sinis Jancent, suaranya sedingin es saat berkata, "Kamu sepertinya lupa siapa di antara kita yang mohon untuk nikah waktu itu. Jangan khawatir, meski kamu berlutut dan mohon padaku nanti, aku juga nggak akan setuju lagi untuk nikahi wanita sejahat kamu!"

"Apa kamu sanggup jalani resepsi pernikahan seorang diri? Heh! Membayangkannya saja sudah memalukan. Tapi kamu pantas mendapatkannya!"

Setelah mengucapkan kata-kata kasar yang menusuk hatiku itu, Jancent pergi tanpa menoleh.

Aku menatap lantai dalam diam selama tiga menit. Kata-kata kasar Jancent terus terngiang di benakku.

Di tengah pergumulan batin ini, tiba-tiba terdengar suara lain ....

"Aku tahu aku nggak seharusnya menaruh perasaan pada wanita temanku. Tapi, aku cuma mau kamu tahu bahwa aku teramat sangat ingin menikahimu. Aku nggak bercanda."

Aku perlahan bangkit dari lantai dan merapikan diri. Kemudian, aku menghubungi sebuah nomor.

"Kamu masih ingat apa yang kamu katakan sebelumnya? Nikahi aku, sekarang juga. Kamu akan datang?"

Orang di ujung telepon terdiam sejenak.

"Aku akan segera ke sana. Tunggu aku."

Setelah panggilan berakhir, pembawa acara berdiri di pintu dan menatapku dengan ekspresi cemas.

"Bu Claudia, mempelai prianya kabur? Jadi ... gimana dengan pernikahan ini sekarang?"

Aku tersenyum padanya. "Lanjutkan semuanya sesuai rencana. Siapa bilang mempelai prianya kabur?"
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status