"A-apa?" Otak Bagas loading beberapa saat—mencerna sebuah fakta yang baru saja diungkap Maudy. 'Meisha anaknya Roy Darmawan? Kok, bisa?' Raut Bagas nampak berpikir keras, sesekali dia melirik Meisha, yang terus menunduk sambil terisak lirih. Gadis itu menangis. Hanya itu yang dapat Bagas simpulkan detik ini. "Kamu pasti kaget?" kata Maudy, menebak reaksi Bagas, yang belum berkomentar apa pun. Lelaki itu mengangguk kecil. "Aku beneran syok, Tan," ucapnya. "fakta ini terlalu mengejutkan buatku." Bagas menghela panjang, sambil menatap Maudy, yang tersenyum sinis. "Ceritanya panjang, Lingga." Maudy menghela, menatap sekilas Meisha, yang agaknya sedih dengan kabar meninggalnya Roy. Bagas menatap Meisha kemudian menatap Maudy. Ragu-ragu dia bertanya, "Ibunya Meisha udah … meninggal?" Maudy mengangguk. "Hmm. Ibunya Meisha adik tante satu-satunya. Namanya Mauren," ucapnya, yang rautnya berubah sendu. Oh, kini Bagas sedikit paham soal masalah ini, meskipun terdengar sangat menyedihka
Baca selengkapnya