Suasana menjadi hening sejenak, diantara mereka tak ada satu pun yang bersuara lagi. Hingga dering ponsel menggema di seluruh ruangan dan memecah kesunyian sesaat itu. Semua mata tertuju pada Bagas, yang sibuk merogoh saku celananya. Rupanya, bunyi tersebut berasal dari ponselnya.. "Maudy?" Keningnya mengernyit saat melihat nama pemanggil yang tertera di layar. Dia lantas mengalihkan pandangan ke Marco, dan bertanya. "Bang, Maudy telepon. Gimana?" "Angkat aja. Kalo dia tanya, bilang aja lagi proses." Marco menjawab, lalu beralih pada Rachel. "Chel, gue minta kerja samanya kali ini. Elo bisa 'kan?" tanyanya, berharap gadis itu bisa diajak bekerja sama. Raut gadis itu nampak menahan kesal sedari tadi. "Terserah!" sahutnya galak. Namun, tak urung dia menuruti Marco, dan ikut bersama Vanila. "Gue keluar dulu, ya, Bang. Sementara kalian siapin semuanya," ucap Bagas. Marco mengangguk, lantas gegas menyiapkan segalanya agar terlihat seperti sebuah drama betulan. Kali ini dia akan
최신 업데이트 : 2026-05-20 더 보기