Home / Male Adult / Pesona Pria Plus-plus / Bab¹²⁸—Meisha~

Share

Bab¹²⁸—Meisha~

Author: Na_Vya
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-29 22:25:03

Roda empat milik Bagas memasuki pekarangan rumah minimalis modern bercat putih. Pekarangan rumah itu dipenuhi tanaman bunga serta beberapa pohon palm yang tinggi menjulang.

Bagas dan Maudy turun dari mobil bersamaan. Raut keduanya terlihat kontras. Bagas dengan segala rasa penasarannya, sedangkan Maudy nampak semringah. Di tangan perempuan itu menenteng paperbag berisi kue, yang sempat dibelinya di perjalanan tadi.

'Rumah siapa, nih?'

Di tempatnya berdiri, Bagas masih sibuk mengelilingi pela
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹³⁴—Lega~

    Bagas memandangi mobil tahanan yang perlahan keluar dari area bandara hingga hilang di balik padatnya lalu lintas. Rasa puas yang selama ini dia bayangkan ternyata tidak sepenuhnya mampu menghilangkan beban di dadanya. Justru setelah Maudy dibawa pergi, pikirannya dipenuhi banyak hal. Bukan lagi soal penyamarannya sebagai Lingga yang akhirnya terbongkar, melainkan proses hukum yang baru saja dimulai. Semua bukti yang selama ini dia kumpulkan harus benar-benar mampu menyeret Maudy ke balik jeruji besi. "Gas." Bagas menoleh ketika Marco menepuk lengannya. "Ayo. Kita langsung ke Polres," ajak Marco. "Iya, Bang." Keduanya berjalan menuju mobil Marco yang terparkir tak jauh dari area keberangkatan. Sepanjang perjalanan menuju kantor polisi, tak banyak percakapan yang terjadi. Marco fokus menyetir. Sedangkan Bagas memandangi jalanan dari balik jendela mobil. Sesekali dia menghela napas panjang. "Kepikiran apa?" tanya Marco tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. "Gue cuma takut

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹³³—Kalah~

    Petugas itu belum sempat melanjutkan ucapannya ketika Bagas melangkah maju.Tatapan lelaki itu lurus mengarah pada Maudy. Datar. Tidak ada lagi senyum manis yang selama ini selalu dia tunjukkan. "Karena... gue Bagaskara Saputra." Deg! Maudy membeku. Sorot matanya berpindah dari wajah Bagas ke polisi, lalu kembali lagi pada pria di hadapannya. "Apa?" bisiknya lirih. "Gue Bagaskara Saputra," ulang Bagas, kali ini lebih tegas. "Bukan Lingga." Maudy menggeleng pelan. "Enggak... kamu bohong." Bagas terkekeh pendek. Tawa yang terdengar begitu sinis. "Selama ini yang bohong siapa, Tan?" Wajah Maudy mulai kehilangan warna. "Enggak mungkin," ucapnya sangat lirih, seolah belum memercayai semua ini. "Mungkin."Bagas mengeluarkan dompetnya. Dia memperlihatkan kartu identitas yang selama ini selalu dia sembunyikan. "Nama gue Bagaskara Saputra." Mata Maudy membelalak lebar. Tangannya gemetar saat menatap foto dan nama di kartu identitas itu. "Nggak... nggak mungkin...." "Selama ini

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹³²—Penangkapan~

    "Oh, jadi si Roy ini dulunya pernah jalin hubungan sama Mauren adeknya Maudy, terus habis itu dia pergi pas tau si Mauren hamil. Roy janji bakal balik lagi sama ortunya. Tapi, sampe Mauren lahiran Roy gak balik-balik. Malahan Mauren denger kabar kalo Roy udah dijodohin sama ortunya."Marco merangkum apa yang diceritakan oleh Bagas soal kehidupan Roy Darmawan di masa lalu. Dia sampai tak bisa berkata-kata setelahnya. Hanya helaan napas panjang yang berembus dari mulutnya.Sementara di sisi Marco, Nathan yang turut mendengarkan hanya geleng-geleng kepala, sambil bersedekap.Sedangkan Bagas terlihat makin lelah dengan semua permasalahan yang terjadi. Seakan semua tidak ada akhirnya."Gue juga baru denger dari Maudy, Bang," lanjut Bagas, yang kali ini ingin menceritakan soal hubungan papanya dan Maudy.Marco menatap serius Bagas, dan bertanya, "Soal apa?"Bagas menghela panjang, menyiapkan mental sebelum mulai membuka permasalahan yang sebenarnya. "Maudy cerita banyak soal hubungannya sam

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹³¹—Temen yang bisa diandelin~

    Suara musik menggema di setiap sudut ruangan yang penerangannya minim itu. Lampu berkelap-kelip, di tengah-tengah arena dansa menyorot para penikmat hiburan dunia malam yang sedang berjoget-joget mengikuti ritme musik. Sudah cukup lama Bagas tidak menyambangi tempat ini. Tempat kerja yang memberinya banyak pengalaman serta penghasilan di atas rata-rata. Bagas rindu suasana di sini. Namun, dia tidak ingin lagi berkecimpung dalam bisnis lendir ini.. Bagas telah berjanji pada Vanila jika dia akan berhenti dan melepas pekerjaannya sebagai laki-laki penghibur. Terlebih sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah. Gak lucu aja kalo suatu saat anaknya tau kerjaan bapaknya yang dulu. Bagas tentu tidak mau anaknya kelak disangkut pautkan dengan pekerjaan lamanya. Ya ... Walaupun terkadang dia masih sering dihubungi oleh beberapa mantan pelanggan. Contohnya seperti sekarang ini. Bagas yang sedang menunggu Marco di sudut bar sambil menikmati coktail, tahu-tahu ada yang mengenali. "

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹³⁰—Bimbang~

    Bagas ingin tidak memercayai semua ucapan Maudy tentang masa lalu sang papa. Hubungan sang papa dengan Roy pun Bagas baru kali ini mendengarnya. Roy dan Raditya merupakan teman dekat kala itu. Dan yang mengenalkan Mauren dengan Roy adalah Raditya. Kenapa dia tidak tahu jika papanya berteman dekat dengan Roy? Bagas sama sekali tidak mengingatnya. Semasa hidupnya sang papa pun tak pernah menyinggung soal Roy. Pusing! Belum selesai masalah Rachel dan Vanila. Muncul lagi masalah sang papa dan Roy. Apalagi ketika Bagas mengingat cerita Maudy soal Raditya. 'Dulu tante beneran suka sama Radit karena dia lelaki baik, perhatian dan sangat penyayang. Awalnya tante deketin dia emang cuma karena pengen deketin Roy aja. Tapi, semua terjadi di luar rencana. Radit juga bilang kalo dia nyaman sama tante. Ya ... Walaupun tante tau dia udah punya istri dan anak. Tante kasih semuanya karena Radit berjanji bakal ninggalin istri dan anaknya. Tante percaya sama dia, Lingga. Dan tante me

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹²⁹—Cerita lama~

    "A-apa?" Otak Bagas loading beberapa saat—mencerna sebuah fakta yang baru saja diungkap Maudy. 'Meisha anaknya Roy Darmawan? Kok, bisa?' Raut Bagas nampak berpikir keras, sesekali dia melirik Meisha, yang terus menunduk sambil terisak lirih. Gadis itu menangis. Hanya itu yang dapat Bagas simpulkan detik ini. "Kamu pasti kaget?" kata Maudy, menebak reaksi Bagas, yang belum berkomentar apa pun. Lelaki itu mengangguk kecil. "Aku beneran syok, Tan," ucapnya. "fakta ini terlalu mengejutkan buatku." Bagas menghela panjang, sambil menatap Maudy, yang tersenyum sinis. "Ceritanya panjang, Lingga." Maudy menghela, menatap sekilas Meisha, yang agaknya sedih dengan kabar meninggalnya Roy. Bagas menatap Meisha kemudian menatap Maudy. Ragu-ragu dia bertanya, "Ibunya Meisha udah … meninggal?" Maudy mengangguk. "Hmm. Ibunya Meisha adik tante satu-satunya. Namanya Mauren," ucapnya, yang rautnya berubah sendu. Oh, kini Bagas sedikit paham soal masalah ini, meskipun terdengar sangat menyedihka

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab³—Tante Cindy~

    Sore itu pilihan Bagas jatuh pada kafe yang letaknya tidak terlalu jauh dengan gedung tempatnya tinggal. Perutnya sedari tadi sudah memberi sinyal, meminta diisi amunisi. Terakhir kali makan, waktu sarapan di hotel. Setelah itu Bagas tidak ada lagi memakan apa pun selain minum soda dan ngasap. Su

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁹¹—Rencana Bagas~

    'Dia siapa?' Rachel tertegun, menelisik sosok perempuan cantik yang saat ini tersenyum padanya. Tak hanya cantik, tetapi aura yang terpancar juga sangat menarik perhatian. Terutama perhatian Bagas yang sama sekali tidak teralihkan oleh apa pun. "Hai ...." Vanila menyapa terlebih dulu, lalu meng

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab²—Informan~

    "Nikah sama Tante?" Bagas pura-pura bertanya polos, dan Maudy segera mengangguk cepat. Diusapnya bibir Maudy dengan ibu jari. "terus, suami Tante gimana?" tanyanya, seolah dia sedikit keberatan dengan status Maudy yang masih bersuami. "Kamu tenang aja, Lingga," ucap Maudy, mengecup bibir Bagas sek

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹—Masuk Perangkap🔞

    "Lingga …." Desahan bernada putus asa itu lolos dari bibir wanita cantik, yang saat ini sedang berada di dalam kendali berondong bayarannya. "tante udah gak tahan." Wanita bernama Maudy itu melenguh, menahan sesuatu yang sedari tadi dia tahan.Jari-jari milik Maudy, yang dihias kuku-kuku akrilik be

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status