Rachel membuka pintu rumah perlahan. Sementara Marco, Sandi, dan Firman mengikutinya dari belakang.Begitu satu langkah memasuki ruang tamu, lampu yang semula redup mendadak menyala lebih terang.Pandangan Rachel langsung tertuju ke meja makan. Di sana Vanila berdiri sambil membawa strawberry cheesecake yang dihiasi lilin angka dua puluh. Nyala api kecil itu bergoyang pelan diterpa embusan pendingin ruangan.Di belakang Vanila tergantung beberapa balon putih dan merah muda. Sederhana..Namun cukup membuat suasana rumah terasa hangat.Vanila tersenyum lembut dan menyeru, "Selamat ulang tahun, Rachel."Langkah Rachel langsung terhenti. Matanya membulat. Tatapannya bergantian memandang Vanila, kue ulang tahun, lalu Bagas yang berdiri tak jauh darinya."Kalian..." gumamnya lirih. "... ini semua..."Bagas menyeru, "Surprise!"Hanya satu kata. Namun cukup membuat pertahanan Rachel runtuh. Kedua tangannya perlahan menutup mulut. Air mata yang sejak tadi ditahannya kembali mengalir."Bukannya
Baca selengkapnya