“Aku akui, memang akulah yang membunuh kedua orang tuamu, Vera,” ucap Andre pelan. “Dan itu tidak pernah aku sangkal.”Tangannya terangkat, menyentuh pipi Vera dengan tekanan ringan, memastikan bahwa wanita itu masih berada di hadapannya.“Namun pamanmu, bibimu, dan Kevin Arsina?” Andre menggeleng perlahan. “Aku belum menyentuh mereka sedikit pun.”“Bohong!” balas Vera dengan suara yang pecah. Air matanya jatuh tanpa bisa lagu dia tahan.“Kau bohong, Andre! Aku sudah melihatnya. Aku melihatmu membunuh mereka dengan kejam.. di kehidupanku yang sebelumnya.”Kalimat terakhir itu keluar lirih, nyaris seperti bisikan pada dirinya sendiri.Andre membeku sesaat. Tatapannya langsung mengeras. Ia ingin bertanya lebih jauh, tentang kehidupan sebelumnya, tentang apa yang sebenarnya Vera ketahui. Tapi, ia tidak sempat.Napas Vera tiba-tiba tersendat. Dadanya naik turun tidak beraturan, sementara wajahnya memucat hanya dalam hitungan detik.Andre langsung berdiri, kedua tangannya mencengkram bahu
Terakhir Diperbarui : 2026-05-27 Baca selengkapnya