Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku diperlakukan seperti manusia di rumah ini. Mungkin… memang sudah tidak pernah lagi. Saat aku mengetuk pintu, Toni, dokter keluarga itu, menoleh. Tatapannya datar, lalu turun sedikit, mungkin sedang memastikan apakah aku ini, masih cukup “layak” untuk dilayani. Aku tidak peduli. Di kediaman ini, aku sudah terbiasa dipandang sebagai sesuatu yang akan segera dibuang. Dan mungkin… mereka benar. “Ada apa, Nona Vera?” Nada suara Dokter Toni datar, nyaris malas. Seolah keberadaanku hanyalah gangguan kecil yang menyelip di antara jadwal kerjanya yang sibuk. Tidak ada kepedulian, tidak ada empati. Hanya formalitas kosong. Aku mendengus pelan. Nona bukan nyonya. Panggilan itu bukan kesalahan. Itu pilihan. Pilihan untuk menghapus posisiku perlahan, sampai aku sendiri lupa bahwa aku pernah memiliki tempat di kediaman ini. Padahal di atas kertas, namaku masih terikat pada nama Hardian, masih sah, masih legal, masih tercatat sebagai istri And
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-25 Mehr lesen