Johan memberiku libur selama satu minggu. Setelah seminggu berlalu, masih tersisa satu adegan terakhir dalam skenario. Johan bilang, dia akan mengajariku secara langsung.Aku mengenakan kemeja ketat dan rok pendek seperti dalam ceritaku, lalu membawa naskah ke lokasi syuting untuk menemuinya. Selama seminggu ini, aku merindukannya setiap malam. Akhirnya, aku akan benar-benar bersamanya.Saat aku duduk menunggu Johan menyelesaikan syuting, seorang pria kurus berbau keringat berjongkok di sampingku sambil memainkan ponsel. Tiba-tiba dia bertanya, "Hai, berapa tarifmu sekali main?"Dia adalah kru yang melihatku di hutan waktu itu. Aku merasa mual dan jijik. Aku segera berdiri dan memindahkan laptopku untuk menjauh. Namun, dia terus membuntutiku. "Ayo, sebutkan harganya, kita bisa negosiasi ...."Tiba-tiba Johan membentak dari belakangku, "Nggak punya pekerjaan? Berani-beraninya mengganggu penulis skenario?" "Wanita gatal ini pernah main di hutan dengan pria lain, dia bukan wanita
Read more