Short
Penulis Skenario Penggoda

Penulis Skenario Penggoda

By:  LiamCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Chapters
10views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di sudut lokasi syuting yang sepi dan jauh dari keramaian, sutradara menyudutkanku ke dinding. Seluruh tubuhku sudah lemas tak berdaya, sepenuhnya hanya ditopang oleh jari-jarinya yang kekar. "Sebagai penulis skenario, apa yang sebenarnya kamu tulis? Jari terasa kasar dan membuatmu nggak nyaman?" "Sekarang jariku sudah di dalam, coba katakan padaku, bagaimana rasanya?" Telapak tangan sutradara yang panas menempel erat, lalu tiba-tiba menekannya kuat-muat. "Aku ... mau ...."

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Emelie, seorang penulis novel romansa dewasa.

Alasanku menulis genre ini karena inilah satu-satunya pelampiasan bagi gairahku yang meledak-ledak.

Orang tuaku adalah guru, sehingga aku dibesarkan dengan didikan yang sangat ketat.

Di kampus, aku dikenal sebagai primadona jurusan sastra yang anggun dan dingin.

Namaku selalu disebut-sebut di mading kampus, dan fotoku sering diambil secara diam-diam oleh para pengagum di perpustakaan.

Aku harus berpura-pura polos dan menjaga jarak demi menjaga martabat orang tuaku.

Namun, di balik citra itu, aku tidak hanya memiliki lekuk tubuh yang menggoda, tetapi juga kecanduan seks yang melampaui orang normal.

Sejak masa remaja, aku tidak hanya berfantasi tentang pria dan bermasturbasi berkali-kali setiap hari. Bahkan terkadang saat gairah itu muncul di tengah pelajaran, aku akan merapatkan kedua tungkaiku dengan tegang demi mengecap kenikmatan secara sembunyi-sembunyi.

Dalam setiap novelku, sosok pemeran pria selalu kuambil dari bayangan teman sekelasku yang kutaksir. Muda, atletis, berperut penuh otot, dan tampan.

Saat dia memeras keringat di lapangan basket, aku membayangkan dia tengah memacu gairah di atas tubuhku dengan liar.

Setiap kali aku menuangkan fantasi itu ke dalam tulisan, tubuhku seolah ikut bereaksi seiring alur cerita yang mengalir. Seakan-akan akulah gadis yang ditindih dan dihunjam oleh sang pria. Setiap sentuhannya terasa nyata di kulitku, dan setiap hantaman itu menghancurkan akal sehatku.

Setiap kali selesai menulis, aku akan terkulai lemas di depan komputer. Sementara area di sela paha yang terus bergesekan, sudah basah kuyup.

Musim panas ini, aku mendapat kesempatan pertama untuk lepas dari pengawasan orang tua.

Novelku secara tak terduga dibeli oleh sebuah tim produksi film kecil.

Mereka memintaku ikut ke lokasi syuting sebagai penulis skenario.

Orang tuaku pun mengizinkan aku pergi untuk mencari pengalaman.

Sebelum berangkat, aku sempat menyatakan perasaan pada teman sekelasku, dan dia menerimaku.

Hari itu aku sangat bahagia. Di dalam kamar, aku bertelanjang bulat hanya dengan sehelai syal transparan, tenggelam dalam mimpi erotis yang datang bertubi-tubi.

Saat terbangun, aku menatap langit-langit kamar yang gelap, mencoba membelai tubuhku sendiri dengan jari.

Meski setiap sentuhan memberikan kenikmatan, aku tetap merasa ada sesuatu yang kurang.

Namun, aku tak punya waktu untuk merenungkan kekosongan itu. Setelah bergabung dengan tim produksi, aku mulai sangat sibuk.

Karena naskah aslinya terlalu vulgar, aku harus merevisi skenario sambil terus menjalani syuting.

Sebagai penulis asli, akulah yang memikul tanggung jawab berat itu.

Namun, sutradara film ini terus-menerus merasa tidak puas dengan adegan saat pemeran utama pria dan wanita pertama kali bercumbu mesra.

Pukul dua dini hari, grup koordinasi mengumumkan bahwa syuting hari itu selesai.

Demi menyelesaikan draf terakhir hari ini, aku bahkan tidak sempat mengenakan pakaian dalam. Aku hanya mengenakan jaket panjang dan segera mengajak sutradara keluar.

Di pinggiran hutan yang sepi, aku bertanya dengan suara gemetar, "Pak Johan ... apa versi yang ini sudah oke?"

Sutradara itu bernama Johan Ronald. Usianya tiga puluh tahunan, tetapi energinya seolah tak ada habisnya. Dia terus merokok sambil mempelajari naskahku dengan saksama.

Wajahnya memiliki garis rahang yang tegas, kulitnya berwarna perunggu sehat. Jaket yang dia kenakan tidak mampu menyembunyikan otot-ototnya yang menonjol. Ditambah lagi, tingginya mencapai 190 cm.

Aku sudah punya pacar, seharusnya aku tidak mendambakan pria sepertinya.

Namun di tengah keheningan malam, gairahku bagaikan kelinci liar yang sulit dikendalikan.

Jika tangan itu yang membelai, tekanannya pasti akan sangat kuat. Aku mau tak mau mulai berandai-andai. Jika pria setinggi ini menindihku, dia pasti akan menyungkup seluruh tubuhku. Tangan yang kasar serta kuat itu, pasti akan meninggalkan jejak yang dalam di kulitku.

Lamunanku buyar saat mataku bertemu dengan tatapannya.

Dia mengempaskan naskah itu ke dadaku.

Lalu dia membentakku, "Ini terlalu palsu! Apa kamu benar-benar seorang gadis? Apa semua gadis sehaus ini? Apa kamu nggak tahu cara bersikap malu-malu saat pertama kali menghadapi pria?"

"Aku ... aku nggak punya pengalaman itu ...."

Entah mengapa, meskipun Johan memarahiku, bagian bawah tubuhku justru mengeluarkan aliran hangat.

Bahkan napas daku mulai memburu secara diam-diam.

Saat itu, lampu-lampu syuting sudah dipadamkan.

Hanya ada aku dan tubuh kekar pria ini, berdiri berhadapan di tengah alam terbuka yang sunyi.

Terlebih lagi, karena terburu-buru keluar dari asrama tadi, aku tidak memakai apa pun di balik jaket ini.

Saat angin malam berembus, kain jaket itu bergesekan dengan kulit payudaraku yang sensitif.

Api gairahku mulai menyulut lagi.

Johan mendekat, napasnya bahkan terasa menyapu wajahku.

"Nggak punya pengalaman?"

Karena jaraknya yang terlalu dekat, dadaku yang penuh naik-turun dengan cepat, menciptakan getaran yang nyata.

Kancing jaket yang tidak terpasang dengan benar membuat sedikit rona merah di ujung dadaku terlihat dari celah kain.

Tatapan Johan seketika menjadi panas. Dia mengulurkan tangan, mencengkeram jaketku, dan menariknya ke depan.

"Datang mencariku tengah malam dengan pakaian seperti ini, kamu bilang nggak punya pengalaman?"
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status