Hari sudah malam setelah kembali dari Lembah Kabut, Lin Yuan tidak langsung berlatih. Ia duduk di paviliunnya, memandang lampu minyak yang bergetar pelan. Api kecil itu seharusnya tenang, namun bayangannya di dinding tampak tidak sinkron dengan gerakan nyala. Seperti dunia di sekelilingnya— tidak sepenuhnya sejalan. Lin Yuan mengangkat tangan dan menyalurkan sedikit qi. Nyala lampu tidak membesar. Sebaliknya, gerakannya menjadi stabil. Ia mengangguk pelan. “Resonansi tidak harus melawan,” gumamnya. “Ia bisa menenangkan.” Itulah hasil terpenting dari misi hari ini— bukan kemenangan, melainkan pemahaman baru. Keesokan paginya, panggilan dari Aula Utama datang lebih cepat dari biasanya. Saat Lin Yuan tiba, hampir semua tetua sekte sudah berkumpul. Atmosfernya berat, bukan karena tekanan dunia, tetapi karena keputusan yang sulit. Tetua Han berdiri di depan, wajahnya lebih serius dari biasanya. “Kau bertemu pengamat dari luar hukum dunia rendah,” katanya. Lin
Última atualização : 2026-02-20 Ler mais