Langit sore di Sekte Awan Biru. Ratusan murid berdiri mengelilingi arena batu, sebagian dengan ekspresi dingin, sebagian lagi tersenyum mengejek. Di tengah arena, seorang pemuda berlutut dengan napas terengah-engah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, menetes ke lantai batu yang dingin. Namanya Lin Yuan “Murid tanpa akar spiritual tetap saja murid tanpa akar,” suara seorang pemuda terdengar lantang dari atas arena. “Berapa tahun kau berlatih pun, hasilnya pasti tetap nol.” Suara tawa kecil terdengar di antara para murid. Lin Yuan mengepalkan tangannya. Kukunya menusuk telapak tangannya sendiri, namun rasa sakit itu jauh lebih ringan dibandingkan rasa hina yang telah ia telan selama sepuluh tahun terakhir. Sepuluh tahun. Sepuluh tahun bergabung dengan Sekte Awan Biru. Sepuluh tahun bermeditasi lebih lama dari siapa pun. Sepuluh tahun mencoba mengimbangi para murid berbakat. Namun hasilnya tetap sama. Tanpa akar spiritual. Tanpa masa depan. “Lin Yuan,” Tetua Aula
Terakhir Diperbarui : 2026-01-12 Baca selengkapnya