Pergeseran itu tidak meledak tapi menyebar. Seperti retakan tipis pada kaca bening yang hanya terlihat ketika cahaya menyentuh sudut tertentu. Kota tanpa pusat mulai bergerak. Bukan bangunannya. Bukan jembatan cahayanya. Melainkan prioritas hukumnya. Lin Yuan merasakannya pertama kali saat satu jalur yang sebelumnya stabil tiba-tiba menjadi berat untuk dilalui. Tidak tertutup—namun setiap langkah di atasnya membutuhkan keputusan yang lebih sadar. Ia berhenti. Udara terasa lebih rapat, bukan oleh energi, tetapi oleh pilihan yang dipersempit. Di kejauhan, beberapa platform bergeser posisi. Tidak dramatis. Hanya beberapa derajat. Namun cukup untuk menunjukkan bahwa kota sedang menyesuaikan keseimbangan skala besar. Wanita yang pernah berbicara dengannya muncul lagi, kali ini dengan ekspresi yang lebih serius. “Pusat gravitasi kemungkinan bergeser,” katanya pelan. “Kota ini tidak memiliki pusat,” jawab Lin Yuan. “Benar. Tapi ia memiliki titik-titik prioritas. Dan
Última atualização : 2026-03-05 Ler mais