Tiba-tiba, bel pintu berbunyi. Aku tahu itu pasti Marvel yang datang berkunjung. Dengan terburu-buru, aku bangkit dan memakai jubah mandi untuk membukakan pintu.Di depan pintu, Marvel dan Peter berdiri sambil membawa semur daging dan alkohol. Melihatku, Marvel langsung menyapa lebih dulu.“Kak, maaf mengganggu lagi. Perkenalkan, ini Peter, dia juga sahabatnya John.”Tatapan Peter tampak penuh makna, tertuju pada wajahku yang masih merona.Dia berdeham pelan, lalu menyapaku,“Salam kenal, kak. Panggil aku Peter saja.”Aku agak gugup. Jari-jariku meremas ujung jubah mandi dan gesekan kain itu membuat lonceng kecil yang kupakai mengeluarkan bunyi denting yang halus.Seketika, wajahku langsung memerah.“Salam kenal, Peter. Silakan masuk, John ada di kamar, biar kupanggilkan.”Belum kupanggil, John sudah berpakaian lengkap dan berjalan ke ruang tamu.“Marvel, kamu datang lagi! Terakhir kali kalah minum denganmu, aku pasti akan membuatmu tumbang kali ini!”“Eh? Peter?! Kamu juga datang ke s
Baca selengkapnya