เข้าสู่ระบบ“Suamiku masih di samping, jangan diteruskan lagi….” Di atas ranjang pengantin yang baru, sahabat suamiku melakukan pose yang memalukan tepat di depan suamiku yang sedang mabuk. Setelah perlawananku yang sia-sia, aku hanya bisa menggigit bibir sambil mengerang tertahan…. Di luar jendela, rentetan petasan mulai meledak. Suasana riuh di dalam ruangan pun semakin memuncak, bahkan lebih berisik daripada suara petasan.
ดูเพิ่มเติมTiba-tiba, bel pintu berbunyi. Aku tahu itu pasti Marvel yang datang berkunjung. Dengan terburu-buru, aku bangkit dan memakai jubah mandi untuk membukakan pintu.Di depan pintu, Marvel dan Peter berdiri sambil membawa semur daging dan alkohol. Melihatku, Marvel langsung menyapa lebih dulu.“Kak, maaf mengganggu lagi. Perkenalkan, ini Peter, dia juga sahabatnya John.”Tatapan Peter tampak penuh makna, tertuju pada wajahku yang masih merona.Dia berdeham pelan, lalu menyapaku,“Salam kenal, kak. Panggil aku Peter saja.”Aku agak gugup. Jari-jariku meremas ujung jubah mandi dan gesekan kain itu membuat lonceng kecil yang kupakai mengeluarkan bunyi denting yang halus.Seketika, wajahku langsung memerah.“Salam kenal, Peter. Silakan masuk, John ada di kamar, biar kupanggilkan.”Belum kupanggil, John sudah berpakaian lengkap dan berjalan ke ruang tamu.“Marvel, kamu datang lagi! Terakhir kali kalah minum denganmu, aku pasti akan membuatmu tumbang kali ini!”“Eh? Peter?! Kamu juga datang ke s
Hingga suatu hari, Marvel meneleponku. Dengan nada suara yang penuh rahasia, dia bilang punya kejutan besar untukku.“Kak, begitu sampai di hotel, tunggu aku di sana. Ingat tutup matamu.”“Dasar mesum, kamu mau main trik baru apalagi?”Mendengar tawa cabul Marvel, napasku pun menjadi agak memberat.“Tunggu saja di sana. Pokoknya harus tutup mata, aku nggak akan mengecewakanmu.”Biasanya Marvel datang ke rumahku untuk melakukannya, entah itu saat John sedang dinas di luar kota atau setelah membuat John mabuk berat, lalu mencari sensasi di sampingnya. Ini pertama kalinya dia mengajakku bertemu di luar.Setelah menutup telepon, dengan perasaan gembira bercampur heran, aku melakukan apa yang dia katakan.Aku berbaring di ranjang hotel yang bersih dan menunggunya dengan tenang.Saat pandangan terhalang, indra lainnya menjadi jauh lebih sensitif.Waktu terasa berjalan sangat lambat. Memikirkan apa yang mungkin terjadi sebentar lagi, aku merasa setiap bagian tubuhku terasa gatal tak tertahank
Tanpa bisa melawan, aku ditarik oleh pria itu ke sofa dan berakhir duduk di pangkuan Marvel.Kancing kemeja Marvel terbuka setengah dan mataku tak bisa berpaling dari otot dadanya yang berwarna sawo matang.Otakku mulai membayangkan hal-hal liar lagi. Aku menelan ludah, tenggorokanku terasa kering dan tidak nyaman, tapi tetap memaksakan diri untuk bicara, “Kamu… kamu mabuk….?”“Hanya John yang mabuk, kemampuan minumku jauh lebih kuat darinya.”Telapak tangan Marvel mengusap pinggangku. Saat ini, aku hanya mengenakan gaun tidur yang tipis, sehingga suhu tubuhnya merambat sempurna ke kulitku. Aku menggeliat tidak nyaman, merasa rasa panas di pinggangku seolah-olah bisa melelehkanku.“Aku mau mandi, lepaskan aku.”Marvel mengangkat alisnya, “Kak, sebaiknya kamu menurut saja.”Usai bicara, dia terdiam sejenak. Lalu, dia mulai menatapku dari ujung kepala hingga ujung kaki, “Kamu juga nggak mau kalau video itu sampai dilihat orang lain, ‘kan?”Tanganku gemetar hingga baju-baju kotorku bers
Di dalam video itu, aku terlihat sangat terbawa suasana. Di bawah pengaruh adrenalin dan gairah, aku bahkan inisiatif meresponnya, bahkan memandu gerakan Marvel.“Kira-kira si John bakal berpikir kamu yang menggodaku atau aku yang memaksamu?”Aku memejamkan mata, berusaha menekan gejolak hasrat yang sudah tak terpuaskan berhari-hari.“Marvel, tega sekali kamu melakukan hal seperti ini! Kamu….”Belum sempat aku selesai bicara, Marvel menarikku ke dalam pelukannya. Dia menunduk dan membungkam kata-kataku langsung di tenggorokan.Lidahnya bermain dengan lihai di dalam mulutku dan tak butuh waktu lama, kakiku terasa lemas hingga diriku terkulai tak berdaya di pelukannya.Wajahku memerah. Tepat saat itu, sebuah panggilan telepon masuk.“Ada apa, John?”“Tadi kakak ipar nggak sengaja terkilir, aku sedang menemaninya membeli obat.”“Dia baik-baik saja? Kalian di mana? Aku ke sana sekarang.”“Nggak apa-apa. Kamu tunggu di sana saja, kami sudah selesai beli dan lagi jalan pulang.”Marvel menutu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.