Short
Dosa Terindah Di Samping Suamiku

Dosa Terindah Di Samping Suamiku

โดย:  Unguจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
11บท
7views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

“Suamiku masih di samping, jangan diteruskan lagi….” Di atas ranjang pengantin yang baru, sahabat suamiku melakukan pose yang memalukan tepat di depan suamiku yang sedang mabuk. Setelah perlawananku yang sia-sia, aku hanya bisa menggigit bibir sambil mengerang tertahan…. Di luar jendela, rentetan petasan mulai meledak. Suasana riuh di dalam ruangan pun semakin memuncak, bahkan lebih berisik daripada suara petasan.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Namaku Rona, hari ini pernikahanku dengan John. Kampung halaman John berada di sebuah desa terpencil yang hubungan antarwarganya sangat baik. Karena itu, setiap ada pernikahan, para pria akan berkumpul untuk melakukan tradisi menggoda pengantin di kamar demi mendapatkan keberuntungan.

Kedua tanganku dan John diikat ke belakang dengan tali. Seorang pria berbadan besar masuk ke kamar sambil membawa sebuah apel yang ditancapi banyak tusuk gigi.

“Pengantin baru harus mencabut semua tusuk gigi di apel ini dengan mulut, baru talinya boleh dilepas.”

John menyetujuinya dengan semangat, sehingga aku hanya bisa ikut bermain dengan wajah merona malu.

Sari buah apel mengalir turun melalui tusuk gigi, melunturkan lipstikku.

Bibirku basah karena sari buah itu. Saat aku melepaskan gigitan, sempat terlihat benang liur tipis yang terkesan erotis, membuat situasi ini tampak seperti sedang melakukan sesuatu yang memalukan.

Entah siapa yang mengambil apel itu dan mendorongku.

Aku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke pelukan John. Secara reflek, aku menjilat sisa sari apel di bibirku.

Bibir merahku tampak berkilau di bawah cahaya lampu, seketika membuat tawa riuh di sekitar berhenti.

Aku bisa mendengar dengan jelas suara jakun para warga yang bergerak menelan ludah. Aku pun menunduk malu.

“Waktunya pengantin baru masuk ke kamar!”

Entah siapa yang berteriak, disusul tawa cabul dari warga desa di sekeliling.

Aku duduk di ranjang dengan bingung, menatap John untuk meminta bantuan.

John tertawa pelan dengan sopan dan berkata pada warga sekitar, “Istriku agak pemalu, tolong kasih keringanan ya, abang-abang sekalian.”

“Pengantinnya pemalu?”

“Di kampung nggak ada aturan seperti itu.”

“Kalau begitu, biar kami bantu sampai tuntas. Ayo, bantu buka baju istrinya!"

Begitu kata-kata itu terlontar, tangan-tangan mereka mulai menarik gaun pengantinku. Gaun model tanpa tali itu tertarik hingga memperlihatkan silikon dada di dalamnya.

Begitu banyak tangan yang meraba tubuhku. Aku terjebak di tengah kerumunan, merasa tak berdaya.

“Minggir! Minggir! Aku punya barang bagus.”

Seorang pria kurus pendek masuk berhimpitan dari sudut ruangan dan memberikan sepotong pakaian pada John.

Disebut pakaian pun rasanya agak terpaksa. Itu hanya selembar kain hitam transparan yang jika digulung tidak lebih besar dari telapak tangan John.

Pria pendek itu melepaskan ikatan tali di pergelangan tangan John dan memberikan isyarat agar dia memakaikannya padaku.

“Jangan malu, dik. Berhubungan intim di bawah berkat orang banyak itu pertanda baik. Lihat, kami bahkan sudah siapkan ini. Kamu pasti sangat cantik memakainya!”

Aku menatap potongan kain itu dengan sangat malu, lalu berbisik pelan,

“Sayang, boleh pakai di dalam selimut saja?”

John langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhku, sementara tangan besarnya meraba-raba di balik kain. Gaun pengantin yang berat dilepaskan dan dilempar ke lantai. Tawa mesum orang-orang pun memuncak.

John memakaikan baju itu padaku. Di bawah desakan para warga, dia melakukan hubungan pertama kami dengan setengah terpaksa.

Itulah pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan apa yang disebut kenikmatan puncak. Seorang pria menindihku dan setiap gerakannya membuatku hampir kehilangan kendali. Suamiku menerjang titik sensitifku, hingga kedua kakiku memerah karena permainannya. Di dalam kegelapan selimut, semua sensasi terasa berlipat ganda. Erangan yang awalnya ingin kutahan, akhirnya meluncur dari bibirku. Suara desahan mesra dan napas yang memburu menyatu. Setiap gelombangnya memicu tawa cabul dari mereka yang menonton.

Suamiku menindih tubuhku. Dia tertutup selimut, tapi meski berbaring di bawahnya, aku bisa melihat dengan jelas gerakan selimut yang naik turun.

Ruangan itu penuh dengan orang-orang yang hanya ingin menonton kekacauan ini.

Wajahku terasa panas membara. Aku merasa malu, tapi di saat yang sama, rasanya sangat merangsang.

Bahkan terhalang selimut pun, aku bisa merasakan panas dari tatapan mata mereka.

Di tengah campuran rasa malu dan nikmat yang luar biasa itu, aku mendesah saat mencapai puncak kenikmatan. Suaraku terdengar sedikit manja dan lembut.

“Aahh… sayang… ah… sudah hampir….”
แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
11
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status