Tubuhku langsung lemas. Aku jatuh terduduk di lantai dengan rasa malu yang luar biasa, hingga rasanya ingin mengubur diri ini.“Kak Donny… tolong… tolong jangan kasih tahu siapa-siapa. Kumohon….”Ujarku dengan gemetar, takut setengah mati kalau pria ini akan menjatuhkan hukuman mati bagi harga diriku lewat kata-katanya.Namun, dia hanya mengulurkan tangan, membantuku berdiri, lalu menunjukkan senyuman yang tampak sangat perhatian.“Sudah kubilang, aku sudah menghadapi sangat banyak pasien. Aku nggak akan memandangmu berbeda hanya karena masalah ini. Lagipula, kalau tubuhmu memang nggak masalah, kamu nggak mungkin mencariku, bukankah begitu?”Kalimat yang sama persis dengan ingatanku itu berhasil menenangkan hatiku yang gelisah. Tapi, dia tak melepaskan tanganku. Alih-alih melepaskannya, dia malah membimbingku masuk ke dalam kamar tamunya.“Biar kubantu periksa, jangan sampai ini mengganggu kehidupan sehari-harimu.”Pikiranku kosong saat mengikutinya. Begitu aku sadar kembali, diriku su
Read more