로그인Setelah suamiku tak lagi berfungsi, aku mulai mengisi hari-hariku dengan mainan. Pada akhirnya, aku malah kecanduan pada hal yang sulit dijelaskan itu. Dengan alasan suamiku sudah melukaiku sampai berdarah saat menggunakan mainan itu, aku memutuskan pergi ke sebuah klinik untuk mencari pengobatan. Tak disangka, ternyata dokter pria di sana adalah teman suamiku sendiri. Saat dia memintaku berbaring di ranjang pasien, lalu dengan tegas memisahkan kedua kakiku dan tangannya mulai bergerak ke arah sensitif itu. “Adik ipar, jangan panik… sini biar kuperiksa.” Rasa hampa dan gejolak dalam diriku mulai membakar akal sehat. Di saat yang bersamaan, aku mendengar suara suamiku dari balik pintu sedang mencariku.
더 보기Aku memberitahu Lina untuk menyetujui syarat orang-orang itu, lalu kami menyusun rencana. Aku menyuruh Lina melapor polisi, lalu membawa petugas ke sana untuk menangkap mereka.Ini adalah cara yang sama yang pernah kugunakan untuk menyingkirkan sahabat suamiku yang bejat itu.“Hana, maaf sekali. Karena aku, kamu sampai harus menggunakan cara menjijikkan ini untuk menyelesaikan masalah. Sebenarnya ini juga nggak ada hubungannya denganmu, bagaimana kalau kamu nggak perlu ikut campur? Biar aku langsung lapor polisi saja.”Ujar Lina meminta maaf sambil meneteskan air mata. Dia bahkan menampar wajahnya sendiri dua kali hingga meninggalkan bekas kemerahan.Orang-orang itu mungkin tidak berani membunuh, tapi jika mereka benar-benar mencari masalah dengan orang tua Lina, masalah ini akan rumit.Orang tua Lina tinggal di kampung halaman. Jika ada orang yang dibayar untuk membuat onar di sana, selama tidak ada korban jiwa, lapor polisi pun tidak ada gunanya. Apalagi, kedua orang tuanya sudah ren
Mendengar itu, wajahku langsung pucat. Aku terus menggelengkan kepala dan menangis sangking takutnya.Namun, mereka malah menganggap serius ide itu. Mereka sudah sering bermain dengan banyak wanita, tapi belum pernah terpikir cara main seperti ini. Menurut mereka, ini pasti akan sangat merangsang.Usai membicarakannya, mereka pun hendak mengeksekusinya. Mereka mengambil pelumas dan bersiap menuangkannya ke area sensitifku.Aku menangis histeris memohon bantuan pada Lina. Jika dia tidak membantuku, aku pasti tak akan selamat malam ini.Lina mengangguk padaku. Saat perhatian pria itu teralihkan sepenuhnya padaku, dia merangkak ke pojokan, mengambil ponselnya dan berlari ke arah pintu.“Kalian semua berhenti!” teriaknya kencang sambil membuka pintu lebar-lebar.Mendengar suaranya, pria-pria itu berhenti. Melihat Lina berdiri di depan pintu yang terbuka, mereka tampak naik pitam dan hendak menghajarnya.“Jangan mendekat! Pakai baju kalian dan pergi sekarang juga! Kalau nggak berhenti, aku
Seketika, ucapan Lina memindahkan seluruh perhatian padaku. Aku gemetar ketakutan. Ini tak bisa dipermainkan, benar-benar bisa membunuhku.Aku menggelengkan kepala menolak, tanpa sanggup menjawabnya dan mencoba mengambil kesempatan untuk segera berlari ke kamar.“Hana, bukankah kamu selalu bilang padaku kalau dirimu kesepian? Pria-pria kuat sebanyak ini pasti bisa memuaskanmu. Ayolah, bantu aku.”Ujar Lina lagi saat melihatku hendak pergi. Suaranya sampai berubah nada karena hantaman yang dia terima. Dia tampak sangat menikmati sekaligus menderita.Dengan panik, aku menggeleng dan berbalik untuk lari. Tapi tak disangka, seorang pria tiba-tiba menerjang, mencengkeram tanganku dan menyeretku masuk kembali….“Kamu bahkan sudah datang, mau lari ke mana? Ayo, main bersama saja. Permainan akan lebih seru kalau ditambah kamu.” Pria yang menyeretku itu mengibaskan tangannya, langsung melemparkanku ke arah gerombolan pria di belakangnya.Belum sempat bereaksi, aku sudah tenggelam di antara mere
Begitu Donny muncul, dia melihatku berpose sangat menggoda, posisi yang belum pernah kutunjukkan sebelumnya. Matanya langsung memerah penuh nafsu, tanpa perlu akting lagi, dia langsung menerjang ke arahku.Aku mengimbangi permainannya dengan melakukan adegan seolah-olah sedang dipaksa. Aku menangis dan berteriak, bahkan bertanya dengan nada pilu mengapa dia tega memerkosaku padahal dia adalah sahabat baik suamiku sendiri.Donny semakin bersemangat dan dengan sangat kooperatif membeberkan alasannya, sama persis dengan penjelasan dendam yang dia ceritakan padaku sebelumnya. Aku pura-pura menangis kesakitan dengan wajah tanpa daya.Mungkin di dalam diri pria memang ada sisi liar semacam itu. Ditambah aktingku, Donny benar-benar bertingkah layaknya seorang penjahat.Dia menghantamku dengan keras sambil memukulku, menyuruhku untuk patuh.Dalam hati aku mulai cemas, sudah cukup lama tapi kenapa polisi belum datang juga? Tiba-tiba, pintu kamar didobrak hingga terbuka. Beberapa petugas bersera
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.