Pesta itu berakhir hampir tengah malam."Nora, antar kami ke dermaga," kata Bianca sambil bergelayut di lengan Damon. Suaranya sarat perintah penuh kepuasan. "Aku ingin merasakan angin laut bersama Damon. Membicarakan bulan madu kami. Bertiga saja."Damon tidak membantah. Seulas kerutan melintas di wajahnya, nyaris tak terlihat. Kemudian, dia mengangguk.Tanganku gemetar menggenggam kunci mobil. "Sudah larut," kataku kaku. "Pelabuhan nggak aman.""Apa? Kamu mempertanyakan keputusanku?" Damon akhirnya menoleh padaku, matanya sedingin es. "Atau asistenku tiba-tiba nggak mampu melakukan tugas sederhana seperti menyetir?"Aku memejamkan mata, menelan kata-kata, amarah, segalanya."Aku ambil mobilnya dulu."Malam di pelabuhan sangat sunyi. Tak ada apa pun selain debur ombak yang menghantam pantai dan bunyi klakson rendah kapal kargo di kejauhan.Aku memarkir mobil dekat titik pandang, memperhatikan lewat kaca spion saat Bianca meringkuk manja di pelukan Damon."Indah sekali," katanya, senga
Read more