Short
Bukan Lagi Wanita yang Bisa Dimanipulasi

Bukan Lagi Wanita yang Bisa Dimanipulasi

에:  Crystal K완성
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9챕터
6조회수
읽기
서재에 추가

공유:  

보고서
개요
목록
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Aku adalah seorang anak yang berasal dari kampung kumuh yang jatuh cinta pada Damon Vindaya, bos mafia yang paling ditakuti di Kota Yana. Selama lima tahun, aku adalah miliknya. Aku menahan sembilan peluru demi dia. Dia akan mencium bekas lukaku saat aku berdarah dan hampir mati untuknya, memelukku erat, dan mengalungkan kalung ratu di leherku. Kemudian, begitu aku pulih, dia akan meniduriku sampai aku kehilangan kesadaran, dengan gairah yang terasa seolah-olah tak akan pernah berakhir. Aku pikir kami akan menghabiskan hidup bersama. Aku pikir dia akan menikahiku. Namun, pada malam kebersamaan kami yang ke-999, dia mengatakan bahwa dia telah bertunangan dengan Bianca, seorang putri mafia dari keluarga rival. Aku menahan air mataku. Dia hanya mencengkeram daguku, mengembuskan asap rokok ke wajahku, lalu tertawa. "Kamu nggak benar-benar berpikir bisa menikah denganku, 'kan, Nora? Mari kita luruskan saja. Kamu itu cuma kuanggap sebagai alat pemuas nafsuku saja, bukan pasangan. Kamu adalah karya seni yang aku koleksi, hewan peliharaan yang aku miliki." Hewan peliharaan. Itu saja yang pernah dia inginkan dariku. Sebagai gantinya, aku pun mengambil ponsel sekali pakai dan mengirim pesan. [ Aku terima tawaranmu. Tiga hari. Keluarkan aku dari Kota Yana. ]

더 보기

1화

Bab 1

Aku telah tidur dengan pria yang paling ditakuti di Kota Yana sebanyak 999 kali selama lima tahun. Namun malam ini, dia bilang aku hanyalah sebuah alat dan tugasku berikutnya adalah memilih hadiah sambutan untuk tunangannya.

Setengah jam yang lalu, Damon muncul di apartemenku. Seperti setiap malam selama lima tahun terakhir, dia mandi, lalu menghampiriku dengan hasrat yang sudah begitu kukenal, menghantamkan tubuhku ke jendela besar dari lantai ke langit-langit, sementara lampu-lampu kota di bawah sana berubah menjadi kabur.

"Aku menginginkanmu, Nora."

Aku tenggelam dalam ciumannya yang penuh hasrat dan dorongan-dorongannya yang kasar.

Bahkan setelah mandi, dia masih berbau darah. Aku tahu dia baru saja menyingkirkan seorang pengkhianat dalam keluarga.

Aku tidak peduli. Dia itu memang monster, raja dunia mafia Kota Yana dan aku sangat memujanya.

Dalam cahaya redup, jari-jarinya menelusuri bekas luka yang menonjol di bahuku. Luka itu kudapat saat menyelamatkannya dari serpihan kaca yang beterbangan akibat sebuah ledakan.

"Masih sakit?" bisiknya, sambil mengecup bekas luka itu.

"Sudah nggak, Damon. Demi kamu, semua itu sepadan ...." Aku terengah menyebut namanya di sela napas yang terputus-putus.

Dulu aku pikir ini dongeng. Aku yang tidak lebih dari seorang yatim piatu dan kutu buku bisa menjadi orang kepercayaannya. Senjatanya. Hadiah miliknya.

Kalau saja aku bisa menikah dengannya ... aku pasti akan sangat bahagia.

Tepat saat pikiran itu terlintas, dia menarik diri dariku dengan satu getaran terakhir.

"Aku datang untuk bilang, minggu depan ada makan malam keluarga," katanya sambil mengembuskan asap rokok. Matanya menatapku dari balik asap tipis itu.

Jantungku berdegup kencang.

Inikah saatnya? Mungkin akhirnya dia siap. Malam ini dia meniduriku dengan jenis hasrat yang berbeda, buas dan sangat bergairah.

"Aku akan siapkan, Damon." Aku meraih kemejanya. "Apa perlu aku jelaskan soal pengiriman di Pantai Barat? Atau ...."

"Nggak." Dia memotong ucapanku. Suaranya sedingin es. "Bianca akan ada di sana. Itu pesta pertunangan kami."

Bianca. Putri mafia dari keluarga yang menguasai jalur pelayaran.

Aku membisu. Kemeja itu terlepas dari jariku dan jatuh ke lantai. "Bertunangan? Kukira itu cuma rumor ...."

"Bukan rumor. Ini bisnis," kata Damon santai. "Dan kamu aset paling andal yang kumiliki. Aku butuh kamu menyiapkan hadiah untuk Bianca. Dia suka Van Gogh. Pilihkan yang asli dari galeri milikmu untuknya."

Dia ingin aku memilihkan hadiah untuk wanita yang akan mencuri kehidupanku?

Mataku memanas oleh air mata. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak meninggikan suaraku. "Damon, aku kira lima tahun ini .... Aku kira kita lebih dari ...."

"Lebih dari apa?" potongnya, dengan tatapan mengejek yang begitu kukenal. "Aset? Nggak, Nora. Kamu ciptaanku yang sempurna. Aku mengajarimu segalanya. Cara bersikap anggun, cara menjadi kuat, cara menangani pekerjaan kotorku. Tapi kamu lupa satu pelajaran terpenting. Sebuah ciptaan nggak bermimpi. Dia patuh."

Wajahku seketika pucat.

"Soal lima tahun terakhir itu ...." Dia berhenti sejenak, jeda yang terasa seperti seumur hidup. "Anggap saja perawatan. Senjata harus tetap diasah agar berguna, 'kan? Entah kupakai di kantor, atau di ranjang."

Aku menarik karpet menutupi tubuh telanjangkku, berusaha menemukan sisa-sisa harga diri.

"Kalau aku bilang nggak?"

Damon melangkah mendekat dan berlutut. Jarinya mencengkeram daguku, ibu jarinya mengusap bibirku. Sentuhan yang dulu membuatku gemetar kini hanya membuatku mual.

"Jadilah anak baik." Suaranya lebih dingin dari lantai di bawahku. "Jangan lupa siapa yang membantumu keluar dari hidupmu yang menyedihkan itu."

Dia berdiri dan pergi, meninggalkanku sendirian di lantai. Aku mendengar langkah kakinya menjauh, lalu bunyi klik pintu kamar tidur. Aku terhuyung masuk ke kamar mandi sambil menangis. Wanita di cermin itu tampak kacau, matanya liar penuh kepedihan.

Air panas menghapus sisa kehangatan Damon, tetapi tidak mampu membersihkan rasa malu dan putus asaku.

Lima tahun. Selama lima tahun, aku mengira aku adalah wanitanya. Ternyata, aku hanya senjata yang diasahnya agar tetap tajam.

Aku mengambil sebuah ponsel terenkripsi dari panel tersembunyi di dinding.

Tiga tahun lalu, di sebuah lelang perhiasan, Damon mengirimku untuk menangani seseorang yang berasal dari Rasia yang mulai menjadi masalah. Namanya Liam Valdana. Saat aku menodongkan pistol ke punggungnya, dia sama sekali tidak terlihat takut. Dia hanya tertawa pelan dan menyelipkan ponsel ini ke tanganku.

Dia berbisik, "Burung cantik di sangkar emas selalu bermimpi untuk terbang. Saat tuanmu mematahkan sayapmu, hubungi aku. Aku akan memberimu langit."

Dulu kupikir dia gila. Sekarang, dia satu-satunya harapanku.

Dengan jari gemetar, aku mengetik pesan.

[ Aku terima tawaranmu. Tiga hari. Keluarkan aku dari Kota Yana. ]
펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
9 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status