Dia berlari tergesa-gesa menghampiri kami, berdiri melindungi Thomas di belakangnya, lalu menatapku dengan wajah penuh permusuhan. "Nancy, selama aku masih di sini, jangan harap kamu bisa menindas Thomas!""Aku peringatkan kamu, dasar perempuan matre. Bukankah tujuanmu hanya ingin terus menempel pada Thomas dan nggak mau bercerai? Kita sama-sama perempuan, jangan kira aku nggak tahu apa yang ada di pikiranmu!"Aku sangat paham, dia hanya sedang mengadu domba dan pamer diri seperti biasa. Aku pun mengangkat tangan dengan tidak sabar untuk menghentikannya. "Diam. Aku nggak punya waktu mendengar omong kosongmu."Setelah itu aku hendak pergi, tetapi Brittany belum juga berhenti. Dia malah mencoba menerjang ke depan dan ingin mencengkeramku. Jadi, aku langsung mengangkat tangan untuk menampar wajahnya. Tamparan itu membuatnya terjatuh ke tanah."Kalau kamu ingin mati, silakan saja coba."Merasa dipermalukan, Brittany hendak membalas.Detik berikutnya, terdengar suara tamparan yang sangat ny
Baca selengkapnya