Jay menatapku dengan wajah penuh keluhan, lalu membuka mulut dan memanggil, "Mama, aku seharian belum makan, lambungku sangat sakit."Namun aku tetap berdiri di tempat, tidak tergerak sedikit pun. "Mama, bisa nggak kamu memasakkan sup iga dan daging kecap untukku?"Kali ini, aku langsung melewatinya begitu saja, lalu mengeluarkan kunci dan membuka pintu. "Nggak bisa."Melihat sikapku yang begitu tegas, Jay tertegun sejenak, barulah dia menyadari bahwa aku tidak sedang bercanda."Mama, bukankah Mama paling menyayangi Jay? Kamu nggak bisa nggak peduli padaku."Aku tersenyum dan balik bertanya, "Atas dasar apa? Kenapa aku harus mengurusmu?""Jay, aku sudah bukan ibumu. Hak asuhmu ada pada Thomas. Waktu itu juga kamu sendiri yang memilih ikut dengannya dan menyuruhku angkat kaki dari rumah kalian."Jay mulai panik. Dia berdiri dari tanah dan berusaha menarik lenganku. "Mama, meski kamu dan Papa bercerai, kita tetap ibu dan anak kandung. Darah yang mengalir di tubuh kita sama."Benar. Justr
Read more