Di layar, Virgoun tampak letih dan kusut, menghadap kamera sambil menceritakan betapa pentingnya sang istri baginya, memohon kepada publik agar memberinya petunjuk. Kata-katanya tulus dan penuh perasaan.Althea duduk di sofa empuk, matanya terpaku pada wajah yang terasa familier sekaligus asing di layar. Untuk waktu yang lama, dia tidak berkata apa pun. Ucapan-ucapan penuh kasih itu, saat masuk ke telinganya, hanya terasa sangat menyindir, membuat perutnya mual.Saat itu, sebuah selimut yang lebih tebal dan hangat perlahan diletakkan di pundaknya. Dia menoleh dan bertemu dengan sepasang mata Wesley yang tenang dan lembut.Dia tersenyum tipis ke arahnya, lalu duduk di kursi sofa tunggal di sampingnya. Sikapnya santai, tidak banyak bicara, hanya menemani dengan diam.Pikiran Althea tanpa sadar melayang kembali ke satu bulan sebelumnya. Saat itu, dia berjuang melarikan diri dari vila. Pakaiannya compang-camping, tubuhnya penuh luka dan noda. Dia mencegat mobil di jalan raya.Sebuah sedan
Read more