MasukPada tahun kelima pernikahan mereka, Althea tanpa sengaja memergoki Virgoun yang sedang memuaskan diri sambil memegang pakaian dalam renda milik adik angkatnya. Di satu tangan, Virgoun memutar untaian tasbih, sementara tangan lainnya tak mampu menahan gejolak nafsu. Terpisah hanya oleh satu pintu, Althea mendengar pengakuan perasaan terdalam yang tak terucapkan itu, ditujukan pada sang adik angkat. Tubuh Althea kehilangan kendali dan merosot ke lantai, air mata mengalir deras. Ternyata, tidak ada pria suci yang dingin dan tak tersentuh. Tasbih di tangan pria itu hanyalah alat untuk menekan hasrat terlarang yang tak bisa diungkapkan. Sepuluh tahun Althea mengejar Virgoun, dan pada akhirnya dia hanya menjadi lelucon yang menyedihkan. Ketika sang adik angkat pulang ke rumah setelah bercerai, Althea membeli tiket pesawat ke selatan. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada semua yang ada di sini sepenuhnya. Demi membuka jalan bagi adik angkatnya, Virgoun sendiri menyerahkan Althea sebagai "hadiah" kepada orang lain. "Tenang saja, sebulan lagi aku akan menjemputmu kembali. Kamu tetap istriku." Hati Althea benar-benar mati rasa. Dia berpura-pura mati demi melarikan diri. Saat kabar Althea terjatuh ke jurang dan jasadnya tak pernah ditemukan sampai ke telinga Virgoun, dirinya diliputi penyesalan. Virgoun mencarinya dengan gila-gilaan, tetapi tak pernah menemukan jejaknya. Hingga setahun kemudian, ketika dia mendorong pintu sebuah toko bunga di selatan, dia kembali melihat wanita itu. Dengan mata memerah, dia berlutut memohon rujuk. Namun, Althea hanya tersenyum dingin dan sopan. "Maaf, Pak. Toko sudah tutup. Aku harus pulang bersama suamiku."
Lihat lebih banyakDia berdiri lama di depan toko bunga yang tertutup rapat, hingga matahari terbenam menarik bayangannya menjadi sangat panjang. Akhirnya, sampai hari toko bunga itu kembali buka, lonceng angin pun kembali berbunyi.Namun, Virgoun tidak berani masuk. Dia bersembunyi di bayangan gang seberang jalan, seperti seorang pengintip yang tak berani tersentuh cahaya.Dia melihat Althea dan Wesley turun dari sebuah mobil. Keduanya mengenakan pakaian kasual yang sederhana tetapi nyaman.Althea sedang mendongak, mengatakan sesuatu kepada Wesley. Matanya melengkung seperti bulan sabit. Senyumannya begitu cerah sampai menyilaukan.Itu adalah senyuman yang belum pernah Virgoun lihat sebelumnya, senyuman tanpa bayangan kelam sedikit pun.Angin mengacak rambutnya. Dia mengangkat tangan untuk merapikannya, tetapi Wesley secara alami mengulurkan tangan lebih dulu. Dia menyelipkan sehelai rambut halus ke belakang telinga, lalu mengambil topi jerami bertepi lebar dari tangannya.Gerakannya begitu terbiasa dan
Wesley entah sejak kapan sudah berdiri, berjalan ke sisi Althea, lalu mengulurkan tangan untuk menghalangi tangan Virgoun yang hendak mendekat lagi. Dia melindungi Althea di belakangnya. Wajahnya tenang, tetapi tatapannya dingin, jelas menunjukkan kepemilikan."Istrimu?" Virgoun seolah-olah tidak memahami kata itu. Pandangannya berpindah ke wajah Wesley, lalu perlahan turun ke tangan Althea yang mengenakan cincin berlian. Pupil matanya mendadak menyempit.Saat Wesley hendak berbicara, Althea justru menepuk ringan lengannya, memberi isyarat agar dia mundur.Dia maju setengah langkah ke depan, menjaga jarak aman dengan Virgoun. Tatapannya tenang dan suaranya dingin. Setiap kata menghantam tepat ke jantung Virgoun."Pak Virgoun, silakan pergi. Hari ini aku anggap kita nggak pernah bertemu. Ke depannya, aku juga berharap kita nggak akan pernah bertemu lagi.""Kalau memang kamu masih ada sedikit rasa suka atau penyesalan terhadapku, seperti yang kamu katakan di berita atau seperti yang baru
"Althea, kurasa kamu seharusnya bisa merasakan isi hatiku." Dia membuka mulut perlahan. Suaranya tidak keras, tetapi penuh ketulusan."Sebenarnya dulu ketika aku baru menerima bantuan dari ibumu, aku benar-benar seorang remaja bermasalah. Orang tuaku sudah lama meninggal, nggak ada yang mengurusku. Aku seperti hidup di tepi jurang.""Supaya nggak ditindas, aku hanya bisa bertarung mati-matian dengan orang lain. Aku merasa masa depan sepenuhnya gelap, sama sekali nggak berminat belajar, dan nggak melihat harapan apa pun."Dia berhenti sejenak. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman mengejek diri sendiri. "Surat-surat yang rutin dikirim ibumu, juga uang kiriman yang bagi diriku saat itu bisa dibilang jumlah yang besar, sedikit demi sedikit menarikku keluar dari kekacauan.""Di dalam surat-surat itu, beliau menyemangatiku, mengatakan bahwa masa depan memiliki banyak kemungkinan, mengajariku membedakan benar dan salah. Bahkan, beliau juga sering bercerita tentangmu."Althea sedikit te
Tatapan Wesley beralih dari layar dan kembali ke wajah Althea, lalu dia bertanya pelan, "Kamu ingin kembali?"Althea menggeleng pelan. Suaranya agak serak saat menyahut, "Belum siap."Namun, Wesley memperhatikan ujung jari tangannya yang sedikit mengencang, menekan ke telapak tangan.Dia berdiri, melangkah ke hadapannya, lalu setengah berlutut hingga pandangan mereka sejajar. Tangannya terulur secara alami. Ujung jarinya dengan lembut menyeka sedikit kelembapan yang entah sejak kapan merembes di sudut matanya. Tatapannya begitu lembut, seolah-olah mampu menampung seluruh luka yang dia rasakan."Nggak apa-apa. Kapan pun kamu siap, itu nggak masalah." Suaranya rendah dan tenang, membawa kekuatan yang menenangkan. "Selama kamu mau, aku bisa menemanimu kembali kapan saja atau kita bisa pergi ke mana pun yang kamu inginkan."Althea menatap bayangannya yang jelas terpantul di mata Wesley, lalu mengangguk pelan. Dia kembali mengalihkan pandangannya ke layar televisi. Di sana, Virgoun sedang m
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.