Dia tiba-tiba teringat, sebelum ibu Althea meninggal dunia, wanita yang lembut sepanjang hidupnya itu pernah memintanya untuk bicara empat mata. Dengan tangan yang kurus dan rapuh, wanita itu menggenggamnya erat.Tatapannya penuh permohonan. "Virgoun, aku menitipkan Althea padamu. Anak itu keras kepala, kalau sudah menetapkan hati, dia nggak akan menoleh ke belakang.""Kalau suatu hari nanti kamu nggak memperlakukannya dengan baik lagi, tolong lepaskan dia. Jangan biarkan dia mati terperangkap di sini."Saat itu Virgoun tidak terlalu memikirkannya. Dia hanya menganggapnya sebagai pesan terakhir yang wajar dari seorang ibu. Namun kini, kalimat itu meledak di telinganya. Napas Virgoun tersendat.Baru sekarang dia menyadari, sepertinya dia tidak pernah benar-benar memikirkan kemungkinan Althea pergi.Dalam pemahamannya selama ini, Althea seperti latar belakang yang akan selalu ada di sana. Tenang, rapi, terkadang sedikit merepotkan, tetapi tetap hanya sebuah pelengkap. Virgoun menikahinya
Read more