Aturan baru itu muncul lebih cepat dari dugaan Clara. Tidak menunggu rapat besar. Tidak menunggu kajian lanjutan. Tidak menunggu suara publik. Ia datang sebagai edaran internal, dikirim pukul 07.12 pagi, dengan judul: Penyempurnaan Teknis Implementasi Keputusan Clara membacanya sambil berdiri di depan loker arsip. Dua halaman. Bahasa kaku. Dan satu kalimat yang langsung ia garis bawahi: Jeda implementasi ditetapkan maksimal sesuai kebutuhan operasional unit terkait. Clara menghela napas. “Mereka menutup celah,” gumamnya. “Dengan kata yang sama.” Adrian membacanya di belakangnya. “Itu bukan tenggat,” katanya. “Itu justru melegitimasi jeda.” Clara mengangguk. “Mereka belajar cepat,” katanya. “Terlalu cepat.” Pukul sembilan, undangan rapat masuk. Bukan rapat pleno. Hanya koordinasi teknis lintas unit. Nama Clara tercantum sebagai peserta. Tanpa peran. Ruang rapat kecil. Tanpa jendela. Orang-orang duduk dengan map yang sama. Tidak ada yang membuka pembicaraan.
Read more